Libatkan UMKM Lokal, Gerakan Pangan Murah Dibanjiri Antusias Warga

Doc. Analis Ketahanan Pangan Dispangtan, Agus Mamidin Parid mengatakan Dispangtan, saat ditemui Jabar Ekspres dalam acara GPM di Lapang DPRD Kota Cimahi, Selasa (19/3). (Mong)
Doc. Analis Ketahanan Pangan Dispangtan, Agus Mamidin Parid mengatakan Dispangtan, saat ditemui Jabar Ekspres dalam acara GPM di Lapang DPRD Kota Cimahi, Selasa (19/3). (Mong)
0 Komentar

“Setelah semuanya tahu koordinasi kita lewat medsos, informasinya kita ada flyer, kemudian ada spanduk juga dikirimkan ke setiap kelurahan. Nantinya Lurah akan berkoordinasi pada setiap RT dan RW laku ke warga,” papar Agus.

Dalam situasi semacam ini, Agus biasanya memberikan informasi kepada penduduk terdekat di wilayah ini, seperti di Setiamanah, Kerang Mekar, Kelurahan Cimahi, Citeureup, dan Padasuka.

*Namun, kami juga menyampaikan informasi kepada penduduk yang berada di lokasi yang lebih jauh. Jadi, jika ada warga yang datang dari jarak yang cukup jauh, mereka juga dipersilakan untuk datang,” ungkapnya.

Baca Juga:Mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno Kembalikan Kerugian Negara Rp958 Juta dari Total Rp10,2 MiliarBertekad Maju di Pilkada Kota Bogor, Sendi Fardiansyah Minta Restu Presiden Jokowi

Pihaknya memberikan prioritas kepada warga Cimahi, meskipun warga dari luar Cimahi juga diperbolehkan, namun keutamaan diberikan kepada mereka yang memiliki KTP Cimahi. Informasi ini disampaikan untuk kejelasan kepada seluruh pihak.

“Jadi tidak harus melulu, karena ini untuk seluruh warga Indonesia, mungkin yang diutamakan itu saja sih (warga Cimahi),” lanjut Agus.

Saat disinggung terkait kendala dalam pelaksanaan GPM kali ini, Agus menyatakan saat ini tidak ada kendala yang signifikan, namun pada awal pelaksanaan GPM, mungkin belum ada regulasi yang cukup jelas.

“Namun, setelah diatur dengan lebih baik, selalu ada proses evaluasi yang dilakukan,” kata Agus.

Jumlah kupon akan disesuaikan dengan ketersediaan beras. Misalnya jika terdapat 10 ton beras dengan satu bungkus berisi 5 kilogram, maka akan tersedia sekitar 2.000 kupon.

“Berarti 2.000 kupon itu 2.000 bag berarti untuk 2.000 orang,” kata Agus.

*Kita untuk masyarakat umum saja, tidak membatasi, sebetulnya kita itu menginformasikan ke setiap kelurahan terutama untuk mereka yang ekonomi menengah kebawah,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar