Libatkan UMKM Lokal, Gerakan Pangan Murah Dibanjiri Antusias Warga

Doc. Analis Ketahanan Pangan Dispangtan, Agus Mamidin Parid mengatakan Dispangtan, saat ditemui Jabar Ekspres dalam acara GPM di Lapang DPRD Kota Cimahi, Selasa (19/3). (Mong)
Doc. Analis Ketahanan Pangan Dispangtan, Agus Mamidin Parid mengatakan Dispangtan, saat ditemui Jabar Ekspres dalam acara GPM di Lapang DPRD Kota Cimahi, Selasa (19/3). (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar guna mengatasi lonjakan inflasi, terutama pada harga beras yang terus meningkat. Pemerintah Kota Cimahi menginisiasi GPM dengan tujuan membantu masyarakat mendapatkan komoditas dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Ada dua kegiatan yang dijalankan, pertama GPM yang dilakukan oleh Dispangtan, dan kedua Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilaksanakan oleh Disdagperin Kota Cimahi.

Analis Ketahanan Pangan Dispangtan, Agus Mamidin Parid, mengatakan Dispangtan menerapkan pola di mana warga membayar, kemudian menerima kupon yang dapat ditukarkan dengan beras.

Baca Juga:Mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno Kembalikan Kerugian Negara Rp958 Juta dari Total Rp10,2 MiliarBertekad Maju di Pilkada Kota Bogor, Sendi Fardiansyah Minta Restu Presiden Jokowi

“Kalau yang OPM itu, kalau tidak salah kuponnya itu dibagikan dulu, dan itu biasanya di kelurahan. Dan pelaksanaan untuk yang kami (GPM) itu sudah tujuh kali, dan ini kedelapan kalinya,” ucap Agus pada Jabar Ekspres saat ditemui di Lapang DPRD dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah pada, Selasa (19/3).

Agus menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM biasanya dilakukan sekitar satu kali dalam seminggu, dengan rentang waktu yang bervariasi antara dua hingga empat kali dalam sebulan.

“Seperti sekarang di bulan Maret sudah melaksanakan di Kecamatan, di Cipageran, di Pemkot, dan di lapang DPRD,” paparnya.

Warga merespons tanggapan tersebut dengan positif, karena menurut Agus ia percaya bahwa pengaturan yang tepat diperlukan untuk mengantisipasi konsekuensi yang tidak terduga.

Selain itu, dalam pelaksanaan GPM, pihak penyelenggara juga melibatkan para pelaku usaha pangan Kota Cimahi, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) serta berbagai pelaku usaha lokal seperti grosir dan lainnya yang memiliki identitas KTP Cimahi.

“UMKM kita hadirkan jadi tidak hanya sebagai penonton saja, semuanya karena orang tak hanya makan beras begitu, yang lainnya disini kan ada daging ayam, daging sapi, telur, sayuran, dan lain-lainnya,” ujar Agus.

“Makanya saya menyebutnya ini sebagai GPM Pangsi, Gerakan Pangan Murah itu se nasional kemudian Cimahi itu Pangsi itu adalah Pangan Pokok dan Pangan Segar Cimahi,” tambahnya.

Baca Juga:Erick Thohir Sebut Jersey Baru Timnas Indonesia Menarik, STY Justru Minta GantiDPC Gerindra Kota Bogor Resmi Usung Jenal Mutaqin di Pilkada 2024

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut telah positif sejak awal pelaksanaan hingga saat ini. Menurutnya, penerimaan yang baik ini dapat disebabkan oleh penggunaan sistem informasi yang disiapkan khusus untuk keperluan tersebut.

0 Komentar