JABAR EKSPRES – Senyumnya merekah dari kejauhan. Seraya menggendong balita lucu berbaju hitam, dengan langkah kakinya perlahan mendekat dengan menenteng kencleng kaleng berwarna ungu.
“Assalamualaikum, Teh,” salamnya memecah riuh rendah ruangan Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Holis, Kota Bandung pada Jumat siang (26/1).
Bukan tanpa alasan, memberanikan diri mendaftar ke RBC tak lain lantaran kondisi ekonominya tak memungkinkan untuk melahirkan di bidan umum, apalagi di rumah sakit. Penghasilan Sang Suami yang berprofesi sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Baca Juga:Ketahui Fungsi Minyak Rem Sepeda MotorRabbit Forest by Orchid Forest Cikole, Wisata Edukasi di Lembang Bisa Swafoto Hingga Beri Makan Hewan
Waktu berjalan begitu cepat, anak lucunya itu kini baru saja genap masuk tahun kedua. Kedatangannya ke RBC kali ini tak lagi sebagai pasien, tapi berikhtiar naik level.
Ya, naik level. Kencleng yang ditenteng oleh Nuraini itu berisi uang. Uang yang dikumpulkannya itu bagian dari program Gerakan Ibu Peduli.
GIP merupakan sebuah gerakan yang mendorong member RBC sebagai Duta Ibu Peduli bertransformasi menjadi penderma dengan menyesuaikan pada kemampuan masing-masing.
Pundi-pundi rupiah yang terkumpul dari program GIP ini nantinya dipergunakan untuk membantu operasional biaya persalinan di RBC.
“Kenapa memilih bergabung di program GIP karena ingin membalas budi atas kebaikan yang dirasakan di RBC,” ungkap Nuraini sembari menimang sang buah hati.
Kedatangannya menyetor kencleng itu ternyata bukan kali pertama. Tapi ternyata itu adalah kesekian kali yang secara rutin disetorkan. Kadang sebulan sekali atau dua bulan sekali.
“Iya, Bu Nuraini udah rutin nyalurin donasi program GIP. Bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali,” kata Linda Prasetia Ningrum, yang melayani donasi Nuraini.
