JABAR EKSPRES – Perpustakaan Kota Bogor kini memiliki museum khusus ‘Bumi Prawira’ yang menampilkan kisah pemimpin dari masa ke masa.
Galeri Bumi Parawira yang dibangun 0 (nol) APBD ini bisa terwujud atas CSR dari Bank BJB, CSR para pengusaha dan filantropi lainnya serta para komunitas kreatif, penggiat sejarah, sejarawan, akademisi, seniman dan sebagainya sehingga menjadi kolaborasi hadirnya Galeri Bumi Parawira.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, banyak pemimpin-pemimpin hebat di setiap kota-kota di Indonesia, namun sayangnya belum ada satu tempat yang bisa menjadi pelajaran dari cerita dan narasi hebat dari kota-kota di Indonesia.
Baca Juga:Begini Reaksi Tokoh Agama Soal Polemik Dugaan Penistaan Agama di Kota BanjarTelkomsel Gelar Nonton Bareng Serentak di 12 Kota, Hadirkan Keseruan di Penghujung Tahun Bagi Pelanggan Setia Telkomsel Prestige
Pada Konferensi Panca Negara, 69 tahun lalu Bogor menjadi sorotan dunia karena berkumpulnya lima pemimpin dunia di Bogor untuk membicarakan persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung yang perumusan kesepakatannya dilakukan di Bogor.
Bima Arya menyebut, di hari itu negara Indonesia dan Asia Afrika memulai ikhtiarnya untuk menulis sejarahnya sendiri sehingga tidak sudi ditulis oleh bangsa lain, karena tidak mau dikendalikan oleh kekuatan lain.
“Bung Karno menulis artikel yang sangat inspiratif yang ditutup dengan kata-kata Bogor loncatan dunia. Bogor loncatan sejarah dan hari ini 69 tahun kemudian Insya Allah ikhtiar Kota Bogor untuk menulis sejarahnya sendiri memberikan inspirasi bagi Indonesia dan dunia melalui Galeri Bumi Parawira,” tuturnya.
Karena, sambung dia, setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Menurutnya, Kota Bogor adalah kota para pemimpin hebat, lahirnya, besarnya, berkembangnya pemimpin hebat dari masa ke masa.
