Begini Reaksi Tokoh Agama Soal Polemik Dugaan Penistaan Agama di Kota Banjar

Begini Reaksi Tokoh Agama Soal Polemik Dugaan Penistaan Agama di Kota Banjar
Tokoh agama, sekaligus guru ngaji di Kota Banjar, Ustad Aan Alamsyah. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tokoh agama sekaligus pendidik agama Islam di Kota Banjar, Ustad Aan Alamsyah menyayangkan kejutan yang diberikan inisial E yang mengatasnamakan warg Bobojong di Lingkungan Jadimulya Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jawa Barat terhadap umat Kristiani Gereja Katolik Santo Filipus pada malam Natal.

Menurut Ustad Aan Alamsyah, hal itu tidak dibenarkan dalam sisi agama Islam. Dimana E memberikan kejutan kue, bunga, dan dan persembahan tari-tarian.

“Itu telah melanggar akidah Islam, saya sangat menyayangkan sekali. Kalau ini dibiarkan, ini akan menjadi blunder karena akan dianggap itu hal yang benar dalam sisi agama,” kata Ustad Alamsyah, Sabtu 30 Desember 2023.

Baca Juga:Telkomsel Gelar Nonton Bareng Serentak di 12 Kota, Hadirkan Keseruan di Penghujung Tahun Bagi Pelanggan Setia Telkomsel PrestigeDPC Gerindra Banjar Sampaikan Permohonan Maaf Atas Kadernya yang Diduga Menistakan Agama

Ia meminta aparat kepolisian untuk menuntaskan persoalan tersebut supaya tidak berlarut. “Saya ingin aparat bertindak cepat agar tidak mengganggu ketertiban dan keamanan di Kota Banjar,” katanya.

E sendiri telah dilaporkan oleh sejumlah umat Muslim di Kota Banjar ke Polres Banjar atas dugaan penistaan agama pada Jumat 29 Desember 2023.

Sementara itu, salah satu warga Muslim di Kota Banjar, Ahmad Yani atau akrab disapa Abah Emir mengatakan, perilaku E sudah melebihi batas tolenasi umat beragama.

Menurut dia, jangan ajarkan tentang toleransi. 30 tahun lebih umat tersebut beribadat tanpa gangguan warga sekitar, lalu dalam tiga tahun belakangan ini ada yang melakukan acara-acara atas nama toleransi yang malah kebablasan. Malah toleransi yang berpartisipasi.

0 Komentar