JABAR EKSPRES, BANDUNG – IBI Jabar dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menyatakan perang terhadap susu kental manis. Karena berdampak pada kesehatan masyarakat.
Ketua IBI Jabar Eva Riantini mengungkapkan, susu kental manis bukan susu. Hal itu yang selama ini terus dikampanyekan kepada masyarakat. “Akan berdampak pada kesehatan anak jika salah memahami,” katanya.
Menurut Eva, propaganda itu juga sebagai salah satu langkah dalam memerangi stunting di Jabar. Jangan sampai masyarakat salah kaprah dalam penggunaan susu kental manis. Yang akibatnya mengganggu pertumbuhan anak di usia emasnya.
Baca Juga:Warga Desa Haurpugur Terdampak Kekeringan, BPBD Kabupaten Bandung Sudah 3 Hari Kirim Bantuan AirTak Nyambung, Hakim Dibuat Bingung Menyoal Khairur Rijal Tanyakan Perkara Lain di Persidangan
Yeyen, bidan yang menjadi pemenang dalam kompetisi konten itu mengaku senang terkait program tersebut. Menurutnya selain untuk kompetisi juga ada semangat untuk mengedukasi masyarakat. “Ini akan menjadi motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tuturnya.
