Mural Persib hingga Bendera 500 Meter, Wajah Kampung Rancabali Makin Meriah Jelang HUT RI

Mural Persib
Warga Kampung Rancabali RW 04, Desa Padalarang, berswafoto di depan dinding mural bertema HUT ke-81 RI di Gang Karangsari, Kabupaten Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jelang HUT ke-81 RI, warga Kampung Rancabali, Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), punya cara unik menyemarakkan kemerdekaan.

Bendera Merah Putih dibentangkan sepanjang 500 meter, berpadu dengan mural bertema nasionalisme dan budaya Sunda.

Pemandangan tersebut terlihat di Gang Karangsari, Kampung Rancabali RW 04, Kecamatan Padalarang, mulai dari deretan mural menghiasi dinding rumah, pagar, tiang penerangan jalan hingga saluran drainase, membuat gang permukiman tersebut tampak lebih berwarna.

Baca Juga:DLH Bandung Barat Identifikasi Perusahaan yang Diduga Cemari Sungai CihaurJeje Dorong Pembenahan Fasilitas dan SDM RSUD di Bandung Barat

Di sejumlah titik, warga juga mempercantik lingkungan dengan gapura berbahan anyaman bambu yang dihiasi ornamen khas Sunda, termasuk kujang. Logo resmi HUT ke-81 RI bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” turut dipasang di bagian depan kawasan.

Tradisi mempercantik lingkungan menjelang bulan kemerdekaan ini bukan hal baru bagi warga setempat. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin sejak beberapa tahun terakhir dan menjadi bagian dari upaya warga menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus memperkuat kebersamaan.

Ketua RW 04 Desa Padalarang, Yudi Hendrawan (48), mengatakan penataan kampung melalui mural mulai dilakukan sejak 2019. Saat itu, warga ingin mengubah kawasan permukiman padat yang sebelumnya terlihat kumuh menjadi lingkungan yang lebih nyaman.

“Dulu kawasan ini merupakan permukiman padat dengan gang-gang sempit yang terkesan jorok dan kurang tertata. Hampir setiap tahun warga bersama para pemuda bergotong royong membuat mural agar lingkungan menjadi bersih, indah, dan nyaman,” kata Yudi Rabu (12/8/2026).

Menurut Yudi, pengerjaan mural dilakukan secara gotong royong. Warga secara swadaya membeli cat dan perlengkapan, sementara proses pengecatan juga melibatkan masyarakat sekitar.

“Yang melukis saya sendiri bersama warga. Untuk cat dan perlengkapannya berasal dari swadaya masyarakat, ditambah bantuan dari beberapa donatur,” ujarnya.

Tahun ini, persiapan dilakukan lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya. Warga lebih banyak memperbarui mural yang sudah mulai pudar sekaligus menambahkan beberapa gambar baru.

Baca Juga:ABG Bawa Mobil Tabrak Motor dari Belakang di Singaparna, Balita 4 Tahun MeninggalPeluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis Pangan

Sekitar 30 kilogram cat digunakan untuk mempercantik kawasan tersebut dengan biaya lebih dari Rp2 juta. Anggaran tersebut berasal dari iuran warga dan bantuan sejumlah donatur.

Selain mengangkat tema nasionalisme, mural yang dibuat warga juga menampilkan berbagai ikon budaya Jawa Barat dan tokoh nasional. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah mural Persib Bandung 1933.

0 Komentar