JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat mendorong Sentra Radjoet Binong jadi pariwisata ramah muslim. Hal itu juga untuk mendongkrak sektor pariwisata di Jawa Barat khususnya Kota Bandung.
Kawasan di Kelurahan Binong itu sudah cukup melegenda. Termasuk menjadi salah satu rujukan wisatawan, baik domestik maupun asing.
Mereka datang tak sekedar mencari hiburan tetapi lebih kepada mencari edukasi khususnya dalam proses pembuatan fashion rajut.
Baca Juga:OJK Dorong Pengembangan UMKM Lewat Pendekatan Sistemik dan Penguatan PembiayaanMendag Dorong Industri Otomotif Nasional Perkuat Ekspor, Pasar GCC Jadi Bidikan
Agar lebih menarik, Disparbud sengaja membantu dukungan sejumlah sarana ibadah sebagai bagian dari menciptakan kawasan wisata ramah muslim.
Kadisparbud Jawa Barat Iendra Sofyan menjelaskan bahwa Kampoeng Radjoet Binong merupakan salah satu sentra industri rajut terbesar di Indonesia yang telah mendapatkan dukungan intensif dari berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia Jawa Barat.
Lalu, Kampoeng Radjoet Binong juga berhasil masuk posisi lima besar dalam ajang Smiling West Java – Muslim Friendly Tourism (SWJ–MFT) Award 2026 kategori desa wisata terbaik.
Penilaian dalam ajang SWJ–MFT Award 2026 tak hanya mencakup kelengkapan fasilitas ibadah, tetapi juga meliputi aspek kebersihan, ketersediaan makanan dan minuman halal, pelayanan, keamanan, serta kemudahan wisatawan Muslim untuk memperoleh informasi maupun menjalankan aktivitas keagamaannya selama perjalanan.
“Dalam hal ini, Kampoeng Radjoet Binong telah memenuhi beberapa objek penilaian sehingga layak menembus posisi lima besar kategori desa wisata terbaik,” katanya dalam keterangan, Rabu (12/8).
Dukung sarana ibadah yang diberikan kali ini juga diharapkan untuk semakin menggenjot kualitas Kampoeng Radjoet. Khususnya dalam menyambut wisatawan muslim.
Iendra menegaskan bahwa Pemprov juga tidak bekerja sendiri tapi senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan kolaborasi itu harapannya bisa mendorong terciptanya destinasi wisata yang nyaman, inklusif, berkualitas, dan ramah bagi wisatawan Muslim. Upaya ini juga diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat. (son)
