JABAR EKSPRES – Kabel internet yang menjuntai di atas pertigaan Jembatan Dobo, Pataruman, Kota Banjar, kembali menjadi bukti nyata dari persoalan klasik yang tak kunjung usai yakni semrawutnya jaringan kabel udara.
Selama lebih dari dua bulan, kabel tersebut terbentang dengan jarak antar tiang mencapai 50 meter, membuatnya melengkung rendah hingga membahayakan pengendara yang melintas.
Para relawan pengatur lalu lintas yang bertugas di lokasi terpaksa berimprovisasi dengan menopang kabel berbahaya itu menggunakan tiang bambu. Langkah ini diambil sebagai antisipasi darurat agar kabel tidak tersangkut di bagian atas kendaraan, terutama truk dan mobil box yang melintasi jembatan tersebut.
Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak
“Kabel ini nyangkut kalau ada mobil truk lewat, sehingga kami terpaksa menggunakan bambu untuk menopang agar kabelnya tidak menjuntai ke bawah,” kata Dedi, seorang relawan, kepada wartawan di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Ia menyayangkan tidak adanya tindakan perbaikan dari pihak penyedia layanan internet selama berbulan-bulan. “Kondisi ini sudah hampir dua bulan lebih tapi tidak ada perbaikan. Ini kalau dibiarkan akan berbahaya. Makanya kami berinisiatif untuk menopang dengan alat seadanya,” ungkapnya.
Kejadian di Jembatan Dobo ini hanyalah salah satu contoh kecil dari masalah besar yang melanda Kota Banjar. Pemandangan kabel-kabel yang menjuntai tak beraturan, mirip seperti semangkuk mi spaghetti, sudah menjadi hal yang biasa ditemui di berbagai sudut kota. Namun, kebiasaan ini telah berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik.
Keluhan warga pun terus mengemuka. Mereka menilai keberadaan kabel-kabel liar ini bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang bisa tersangkut atau terjerat kabel yang melintang rendah. Bahkan, risiko kebakaran akibat korsleting listrik juga mengintai.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak provider yang kabelnya menjuntai di Jembatan Dobo belum memberikan keterangan resmi. Warga dan para pengguna jalan berharap, kondisi kabel internet di Jembatan Dobo ini bisa menjadi pemicu bagi pemkot dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mencari solusi permanen, sebelum korban jiwa berjatuhan akibat kelalaian yang sudah berlangsung lama ini. (CEP)
