JABAR EKSPRES – Aplikasi X, sebelumnya di kenal sebagai Twitter, akan mulai mengumpulkan data biometrik penggunanya, termasuk riwayat pekerjaan.
Kebijakan privasi terbaru mereka menyatakan bahwa mereka berencana untuk mengumpulkan informasi biometrik guna keamanan dan identifikasi pengguna.
Lihat juga : X Kenalkan Fitur Lowongan Kerja, Bakal jadi Saingan LinkedIn?
Baca Juga:Mengenal Suzuki Lets 110 Skuter Murah Rp15 Jutaan yang Irit BBMVespa GTV 2023 Akhirnya Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasinya Yuk!
Meskipun rincian tentang jenis informasi biometrik yang di kumpulkan belum di jelaskan, biasanya ini mencakup ciri-ciri fisik seperti wajah atau sidik jari.
Selain itu, X juga akan menyimpan riwayat pekerjaan dan pendidikan penggunanya.
Ini termasuk informasi seperti riwayat pekerjaan, pendidikan, preferensi pekerjaan, keterampilan, aktivitas pencarian pekerjaan, dan lainnya.
Data ini akan di gunakan untuk merekomendasikan pekerjaan potensial.
Yang di bagikan dengan pemberi kerja potensial saat melamar pekerjaan, dan untuk menampilkan iklan yang lebih relevan kepada pengguna.
Perubahan ini terkait dengan fitur beta X yang memungkinkan organisasi terverifikasi mengunggah daftar pekerjaan di profil mereka.
X juga telah membuat akun resmi @XHiring sebagai bagian dari inisiatif perekrutan yang merupakan bagian dari rencana perubahan X menjadi “aplikasi segalanya.”
Lihat juga : Mengenal Fitur Baru Google Chrome ‘Copy Frame Video’
Dalam hal perubahan kebijakan, X akan memberi pemberitahuan kepada pengguna dan memberikan kesempatan untuk meninjau perubahan sebelum melanjutkan penggunaan aplikasi.
Baca Juga:Vivo Siapkan Peluncuran Vivo V29 5G di Indonesia, Ini Rincian SpesifikasinyaPemeran Film Tanah Air Kedua Kabarnya Bakal Libatkan Kim Bum dan Maudy Ayunda, Kapan Diproduksi?
Semua perubahan akan di informasikan lebih lanjut oleh X untuk memastikan pengguna dapat memahami perubahan tersebut dengan baik.
