JABAR EKSPRES — Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengemukakan, Jabar memiliki kekayaan budaya dan kesenian yang luar biasa di 27 Kabupaten Kota. Generasi muda diharapkan menjadi penerus yang mampu melestarikannya. Salah satu upaya yang dilakukan Pemda Provinsi Jabar melakukan dialog penguatan nilai budaya lokal bersama anak muda.
Ia menuturkan, Jabar dikenal dengan karakter nyunda, nyantri, dan nyakola. Sehingga melalui kegiatan dialog penguatan nilai budaya lokal diharapkan dapat memberi kesadaran dan membangkitkan generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya dan seni di daerahnya masing-masing.
“Jangan sampai orang Cirebon tidak tahu budaya dan kesenian Cirebon itu sendiri,” ujar Uu Ruzhanul Ulum.
Baca Juga:Awal Mula Sengketa Lahan Dago Elos, Keluarga Muller Klaim Warisan pada Masa Kolonial BelandaUngkap Pemicu Kericuhan di Dago Elos, Polisi Klaim Ada Provokasi saat Bernegosiasi dengan Warga
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Benny Bachtiar mengatakan, dialog penguatan nilai budaya lokal merupakan rangkaian Riksa Budaya Jawa Barat yang dimulai sejak tahun 2019.
“Hari ini cukup berbeda, berdialog bersama anak-anak muda supaya memahami mengenai tradisi dan leluhur di Jawa Barat,” ungkap Benny.
Selain itu, ujar Benny, generasi muda harus tahu bahwa Jabar mempunyai tiga wilayah budaya, yakni Sunda Betawi, Sunda Priangan, dan Sunda Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggali potensi yang ada di kawasan Cirebon Raya.
