JABAR EKSPRES – Organisasi yang Berspesialisasi dalam Analisis Senjata, Conflict Armament Research (CAR), Terbitkan Laporan Sensasional. Organisasi yang memiliki basis di Inggris, Conflict Armament Research (CAR), telah menghebohkan dunia militer dengan mengungkapkan penemuan mereka terkait upaya Rusia dalam memproduksi sendiri pesawat tanpa awak (UAV) atau drone dengan teknologi yang mereka klaim diadopsi dari Iran.
Para ahli militer mengomentari bahwa langkah ini menunjukkan upaya serius Rusia dalam mengembangkan kapabilitas senjata tak berawak mereka. Dengan memadukan prinsip-prinsip dasar dari drone Shahed buatan Iran dengan solusi inovatif yang disesuaikan, Rusia berpotensi mempercepat proses produksi UAV baru mereka.
Dalam tanggapannya terhadap laporan CAR, beberapa analis juga menggarisbawahi fakta bahwa Rusia akan mampu mengatur strategi serangan yang lebih fleksibel dengan adanya jalur produksi dalam negeri yang mandiri.
Baca Juga:Mantan Manajer Lil Tay Tidak Percaya Kabar Peretasan dan Kematian, Sebutnya “Mengada-ada”Bring Me The Horizon Siap Gebrak Jakarta dengan Konser Seru pada 10 November
Dalam waktu dekat, dunia akan menantikan perkembangan lebih lanjut dari keterlibatan Rusia dalam pengembangan teknologi drone yang semakin mengglobal.
