Debt Collector Intimidasi Dua Wartawan di Kabupaten Bogor

JABAR EKSPRES –Kehadiran Debt Collector (DC) kerap kali membuat masyarakat kesal dan resah. Pasalnya, para DC tersebut kerap mengintinidasi saat melakukan penarikan kendaraan.

Hal ini pun dialami Ali salah seorang warga Gunung Putri yang mendapat perlakuan intimidasi dari Debt Collector di Jalan Raya Tlajung Udik, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Ali menjelaskan, dirinya dari Cileungsi menuju Citeureup bersama rekannya, namun di pertengahan jalan tepatnya di depan SPBU Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri dirinya distop oleh komplotan matel (mata elang-Sebutan DC penarik kendaraan).

”Tadi saya dari Cileungsi bawa nangka menuju Citeureup tapi malah diberentikan oleh matel. Matel ini bilang kalau motor ini nunggak, dan motor saya dibawa,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/3).

Tak hanya Ali saja yang mendapat perlakuan intimidasi oleh para penarik motor tersebut, ternyata dua wartawan yang bertugas di Bogor pun mendapat hal yang serupa saat hendak meliput penarikan motor kepada warga Gunung Putri itu.

Salah satu Wartawan TV Nasional Cahyat mengungkapkan, ia mendapat perlakuan yang tidak baik oleh para matel tersebut saat merekam video aksi mereka (Debt Collector) yang akan menarik motor warga.

”Iya saat saya merekam aksi mereka hp sama tangan saya dipukul oleh salah satu matel,” ujarnya.

Cahyat juga menyebut perlakuan persekusi terhadap dirinya dan rekan seprofesinya saat menanyakan tentang kewenangan terhadap mata elang malah mendapat intimidasi.

”Abang sebagai apa melakukan tindakan ini dijalan secara paksa,” tanya Cahyat kepada matel tersebut.

Dengan kejadian tersebut cahyat Supriyatna akan melaporkannya ke Polres Bogor. ”Saya akan membuat laporan atas tindakan para Debt collector terhadap saya dan rekan saya,” tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha mengaku kalau dirinya sudah menerima laporan adanya warga dan dua wartawan yang mendapat perlakukan intimidasi.

”Kita sudah terima laporannya, dan kita meminta kepada warga yang menjadi korban itu untuk membuat laporan kepolisian. Dan kita akan segera tangkap pelakunya,”pungkasnya. (sfr)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan