Museum Pajajaran Bogor Resmi Diaktivasi pada HJB ke-544, Siap Tampilkan Berbagai Koleksi Sejarah Budaya Sunda 

Museum Pajajaran di kawasan Prasasti Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, resmi diaktivasi Pemerintah Kota Bogo
Museum Pajajaran di kawasan Prasasti Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, resmi diaktivasi Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Rabu (3/6/2026). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Museum Pajajaran di kawasan Prasasti Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, resmi diaktivasi Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Rabu (3/6/2026).

Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, mengatakan, Museum Pajajaran kini siap dibuka secara terbatas dan bertahap untuk masyarakat dengan menampilkan puluhan koleksi yang berkaitan pada sejarah Kerajaan Pajajaran dan budaya Sunda.

Firdaus menyampaikan, aktivasi Museum Pajajaran ini pun merupakan hasil dari sejumlah rangkaian penataan yang telah dilakukan secara bertahap.

Baca Juga:Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG, Tiga Mantan Pejabat BGN Tersangka Usai Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung

Penataan museum diawali dengan renovasi kawasan Prasasti Batutulis yaitu lada bangunan pelindung prasasti (cungkup) pada Oktober 2025.Selanjutnya, pemerintah melakukan penataan ruang pamer, penyusunan materi sejarah, serta penguatan koleksi artefak museum melalui dukungan dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Keberadaan Museum Pajajaran merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk pelestarian budaya Sunda, sekaligus menjadi sarana edukasi, informasi, penelitian, dan pembelajaran sejarah Sunda. Alhamdulillah museum ini bisa kami aktivasi hari ini,” kata Firdaus saat aktivasi Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, Museum Pajajaran memiliki tiga ruang pamer utama. Ruang pertama berisi koleksi pusaka seperti kujang dan keris, ruang kedua menampilkan historiografi serta alat musik tradisional seperti gamelan, sedangkan ruang ketiga menyajikan alur cerita atau storyline sejarah Kerajaan Pajajaran dan perkembangannya.

Firdaus menjelaskan, hampir 80 koleksi yang dimiliki Museum Pajajaran saat ini terdiri atas berbagai artefak budaya, mulai dari benda pusaka seperti keris dan kujang, alat musik tradisional seperti gamelan, serta sejumlah buku dan materi sejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran dan budaya Sunda.

Sebagian koleksi tersebut merupakan hibah dari berbagai pihak, termasuk 33 pusaka dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta kontribusi dari komunitas pelestari budaya dan lembaga pendidikan.

“Koleksi ini akan terus kami lengkapi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Museum Sri Baduga di Bandung dan beberapa pihak lainnya untuk menghadirkan replika koleksi yang berkaitan dengan Pajajaran sebagai bagian dari pengembangan museum ke depan,” ujarnya.

0 Komentar