Defend ID, Hoding BUMN Terlilit Utang Rp 15,97 Triliun

Perusahan BUMN patungan yang terdiri dari PT Pindad, PT LEN, PT Dahana dan PT Dirgantara ini dibentuk pada Maret 2022 dengan nama Defend ID.
Presiden Joko widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ketika meninjau pameran alutsista milik Defend ID
0 Komentar

JAKARTA – Defend ID yang merupakan Holding BUMN Pertahanan saat ini memiliki utang berbunga sebesar Rp 15,97 triliun.

Perusahan patungan yang terdiri dari PT Pindad, PT LEN, PT Dahana dan PT Dirgantara ini dibentuk pada Maret 2022 dengan nama Defend ID.

Direktur Utama Defend ID Bobby Rasyidin ketika menggelar rapat dengan pendapat dengan Komisi VI DPR RI mengatakan, perhitungan utang tersebut terjadi pada tahun anggaran 2022.

Baca Juga:Subsidi Kendaraan Listrik Diumumkan Bulan Depan, Motor Rp 7 Juta, Mobil Rp 80 JutaMichael Victor Sianipar dan dr Sortaman Saragih Gabung ke Perindo, Langsung Tempati Posisi Penting

Menurutnya, Interest Beraring Debt atau Utang berbunga ini belum melalui audit. Namun untuk nilai ekuitas BUMN pertahanan itu mencapai Rp 12,77 triliun.

Meki begitu, Boby menjelaskan, meski memiliki utang, pihaknya juga mencatat pendapatan usaha pada 2022 sebesar Rp 19,7 triliun.

Pendapatan tersebut diperoleh dari  sektor defend sebesar Rp 9,94 triliun dan sektor non defend memperoleh Rp 9,76 triliun.

Defend ID juga mencatat laba bersih dari hasiul konsolidasi sebesar Rp 483 miliar atau naik 2,45 persen.

‘’Pendapatan ini naik signifikan jika dibandingkan dari hasil audit tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 126 miliar,’’ ujar Bobby,

Bobby menuturkan, untuk kinerja keuangan pada 2022, arus kas operasi tercatat Rp 1,42 triliun.

Sedangkan untuk total aset Rp 46,40 triliun. Aset perusahaan ini mengalami kenaikan dari hasil konsolidasi menjadi Rp 57,2 triliun pada 2021 lalu.

Baca Juga:Dirut BRI Beberkan 6 Faktor Penentu Keberlanjutan Industri Perbankan IndonesiaAHY Inginkan Koalisi Perubahan Segera Ambil Keputusan

Bobby menuturkan, untuk mengurangi itensitas utang berbunga itu, Defend ID mengusulkan akan menerbitkan surat utang jangka panjang dan mengah atau Medium Term Note (MTN).

Hasil dari penjualan surat utang itu nantinya akan dijadikan modal kerja untuk membiayaai berbagai program yang sudah direncanakan.

Bobby mengakui, keuangan kurang mencukupi untuk melakukan modal kerja. Sebab, harus membayar utang yang sudah jatuh tempo.

Defend ID juga pernah mengalami kesulitan dalam membayar utang. Sehingga harus melakukan restrukturisasi pembayaran utang dengan pihak ketiga. Banik utang yang bersal dari Bank dan non perbankan.

‘’Jadi harus ada dana masuk sebagai pengganti dana yang keluar agar Defend ID terus tumbuh dan menghasilkan produk pertahanan yang berkualitas,’’ ujar dia. (yan)

0 Komentar