JABAR EKSPRES – Rumah Saraswati prihatin dengan aksi anarkis yang kerap dilakuan generasi muda. Komunitas itupun berupaya membentengi generasi muda dari anarkisme sempit.
Seperti yang dilakukan Kamis (21/5). Pihaknya mengajak dialog sejumlah pemuda dari berbagai kalangan maupun komunitas berbentuk seminar.
Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, diharapkan generasi muda bisa jauh dari anarkisme dan menyalurkan perjuangan secara positif.
Sang Founder, Diah Permata Saraswati menuturkan, Rumah Saraswati adalah komunitas.
Baca Juga:Alumni Unisba Tuntut Diplomasi Tegas atas Penculikan 9 WNIPemkot Bogor Kaji Pembentukan Perwali Terkait Lapak Hewan Kurban, Pedagang Tetap Dilarang Jualan di Trotoar
“Ini komunitas yang kami gagas. Awalanya memang fokus pada isu di bidang perempuan dan anak,” katanya di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung itu.
Ia menyadari bahwa anak dan perempuan adalah elemen penting masyarakat.
Ia ingin anak dan perempuan bisa berdaya di lingkungannya. Karenanya, sudah banyak program dilakukan. Di antaranya adalah kegiatan belajar bersama dan bermain bersama.
“Kami yakin bahwa anak-anak itu akan membawa efek domino kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” tuturnya.
Nah khusus di momen Hari Kebangkitan kali ini, Rumah Saraswati menaruh perhatian khusus pada generasi muda. Persoalan yang disoroti adalah anarkisme.
“Kami prihatin melihat anak muda terlibat anarkisme,” jelasnya.
Pihaknya kemudian menginisiasi forum diskusi berbentuk seminar.
Ia mengajak dialog muda-mudi di Kota Bandung dari berbagai kalangan. Para mahasiswa maupun komunitas.
“Kasus anarkisme banyak ditemui di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung. Kami ingin edukasi. Kami ingin tau akar masalahnya,” jelasnya.
Beberapa narasumber dihadirkan. Dengan harapan bisa memberi pencerahan kepada anak muda. Di antaranya, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, Dani Hadianto dari Kesbangpol Jabar, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Jabar Anjar Yusdinar serta Aktivis Yoga Zara.
Baca Juga:Hampir 1 Dekade Pimpin Puskesmas Cisarua, Kepala Pusat Jadi Sorotan Usai Viral Polemik PelayananPeternakan di Cariu Bogor Ludes Terbakar, 60 Ribu Ayam dan 8 Domba Ikut Terpanggang dengan Kerugian 6,5 Miliar
Diah berharap edukasi itu bisa jadi pembanding pemahaman. Sehingga anak muda bisa terhindar dari aksi anarkisme.
“Kami ingin anak muda jadi aktor-aktor perubahan. Mereka penting, karena kelak menjadi pemimpin,” cetusnya.
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang menambahkan, pemuda adalah generasi penerus bangsa. Sehingga keberadaan dan perkembangan mereka perlu dibina.
