JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dinilai perlu belajar kepada Pemprov Jawa Tengah (Jateng), dalam sistem pemberdayaan transportasi publik.
Hal itu disampaikan oleh Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno.
Menurutnya, ketimbang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengusulkan konsep jalan berbayar, akan lebih ideal dan bermafaat jika menggratiskan kendaraan umum untuk pelajar bersekolah.
“Sudah ada contohnya di Jateng dan berjalan. Lebih relevan dan mudah dan bermanfaat,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:Usulan Jalan Berbayar ala KDM Dinilai Sulit Diterapkan, Pengamat Singgung ERP Jakarta yang Mandek KDM Pastikan Bonus untuk Persib Jika Juara, Nominal Masih Dirahasiakan
Djoko menjelaskan, program angkutan umum gratis bagi pelajar tersebut, sudah berjalan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
“Di Jateng sudah berjalan, sudah diterapkan. Anak sekolah gratis pakai angkot desa untuk ke sekolah, sopirnya dibayar pemerintah,” jelasnya.
Melalui informasi yang diterima Jabar Ekspres, wilayah Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah sudah memberlakukan sistem angkutan pedesaan gratis bagi pelajar.
Adapun insentif bagi angkutan pedesaan, 10 persen dari opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) Kabupaten Magelang dengan angka sebesar Rp6,1 miliar.
Pengalokasiannya sebesar Rp25 miliar digunakan untuk memberikan insentif angkutan umum pedesaan (angkudes).
Manfaatnya, anak-anak pelajar digratiskan untuk pergi dan pulang sekolah. Angkudes mendapatkan insentif Rp135 ribu setiap harinya.
Ketentuan tersebut membuat angkutan umum diwajibkan mengantar dan menjemput pelajar, tanpa tarif alias gratis bagi anak sekolah.
Baca Juga:Hampir 1 Dekade Pimpin Puskesmas Cisarua, Kepala Pusat Jadi Sorotan Usai Viral Polemik PelayananPeternakan di Cariu Bogor Ludes Terbakar, 60 Ribu Ayam dan 8 Domba Ikut Terpanggang dengan Kerugian 6,5 Miliar
Pada 2026 ini, jumlah angkudes yang dioperasionalkan mengantar-jemput anak sekolah, tercatat sudah ada 78 armada per hari.
Adapun untuk rata-ratanya, dari data yang diterima Jabar Ekspres, angkudes mampu mengangkut sebanyak 900 pelajar setiap harinya.
Menurut Djoko, daripada merencanakan konsel jalan berbayar yang secara praktik pun dinilai akan sulit diterapkan, Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM), sebaiknya fokus wujudkan pemenuhan kewajiban pemerintah sekaligus investasi strategis jangka panjang.
Mewujudkan pemenuhan kewajiban pemerintah terhadap masyatakat, merupakan fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan menjamin mobilitas warga yang lebih berkeadilan.
“Pemberdayaan angkutan umum lokal di tingkat daerah dapat menjadi solusi efektif tanpa harus memulai dari nol, sebagaimana yang telah diimplementasikan di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang,” bebernya.
Djoko yang juga merupakan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mencontohkan, Kabupaten Magelang yang mengalokasikan Rp 2,5 miliar khusus sebagai insentif angkudes.
