Pengamat Politik Ungkap Tiga Kriteria Parpol yang Cocok untuk Ridwan Kamil

LOBI POLITIK: Gubernur Ridwan Kamil kembali memberikan sinyal akan segera bergabung dengan Partai Politik (Parpol) pada Desember 2022.
LOBI POLITIK: Gubernur Ridwan Kamil kembali memberikan sinyal akan segera bergabung dengan Partai Politik (Parpol) pada Desember 2022.
0 Komentar

BANDUNGGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali memberikan sinyal dirinya akan segera bergabung dengan Partai Politik (parpol) pada Desember 2022.

Meski begitu, eks Wali Kota Bandung itu belum menyebutkan secara spesifik partai yang akan dikendarainya untuk mengikuti kontestasi politik tahun 2024.

Hanya saja, Kang Emil memberikan isyarat bakal bergabung dengan PAN atau Golkar. Pasalnya, saat ditanya dia menunjuk Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Ketua Umum PAN Bima dan mengaku mempertimbangkan Partai Golkar.

Lantas partai politik mana yang cocok untuk Ridwan Kamil?

Baca Juga:Waduh! 10 TKI Asal Sumedang Disekap di Arab Saudi?Pemkot Bandung Tambah Puluhan CCTV di Titik Rawan Aksi Kejahatan

Pengamat politik Unpad, Firman manan mengatakan selama menjabat Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, dia menilai Ridwan Kamil merupakan sosok tokoh yang condong ke Nasionalis.

“Kalau dilihat dari track recordnya, Kang Emil tokoh Nasionalis. Maka lebih cocok pada partai Nasionalis,” kata Firman Manan saat dihubungi belum lama ini.

Selain itu, Kang Emil pun tokoh teknokratik. Memiliki kemampuan yang menonjol dibandingkan yang lain dalam bidang keilmuan dan keahliannya.

“Artinya melihat soal kompetensinya sehingga mempunyai visi baik kedepan. Maka tentu partai yang mempunyai teknokratik cocok untuk Kang Emil,” kata dia.

Disamping itu, partai yang membuka ruang pun dirasa cocok Kang Emil. Sebab, dia menilai pria lulusan Universitas California, Berkeley ini mempunyai karakter politisi aktif. Sehingga perlu partai untuk membuka ruang.

Direktur Eksekutif IPRC menyebutkan dari ketiga hal track record Kang Emil, Nasionalis, Telnokratik, dan membuka ruang yang lebih mendekati ideal masuk Partai Golkar.

Dia menjelaskan, pertama Partai Golkar sebagai partai nasionalis meskipun tidak terlalu nasionalis ada religusnya. Kedua teknokratik, tidak terlalu ideologis.

Baca Juga:Wagub Jabar Minta Kabupaten dan Kota Anggarkan Dana Pencegahan StuntingRESMI! Cara Dapat Saldo Dana Gratis Rp 10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Peluang Ridwan Kamil Masuk Golkar

Ketiga, membuka ruang, dia menilai Partai Golkar tidak ada elit yang betul-betul menentukan sehingga peluang Ridwan Kamil lebih terbuka dibandingkan dengan partai lain.

“Jadi sejauh ini membangun relasi dengan Golkar ideal dalam konteks Kang Emil nya masuk Golkar. Tapi kembali lagi jika bicara peluangnya untuk capres-cawapres tadi bada hal lain,” jelas dia.

Bagaimana dengan elektabilitas Ridwan Kamil untuk Capres atau Cawapres 2024?
0 Komentar