JABAR EKSPRES – Persoalan anak tidak sekolah (ATS) di Kota Cimahi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.
Berdasarkan portal https://ats.data.kemendikdasmen.go.id/ jumlah ATS di Kota Cimahi per 30 September 2026 sebanyak 3.947 orang sedangkan di tahun 2025 data ATS Kota Cimahi sebanyak 3.059
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi Reni Herawati bahwa kenaikan jumlah tersebut tidak serta-merta menunjukkan semakin banyak anak yang berhenti sekolah.
Baca Juga:Ribuan Anak Tak Sekolah di Cimahi, Ini Penyebab dan PersoalannyaDisdik Cimahi Evaluasi Polemik Seragam Sekolah, 7 SMP Negeri Belum Sosialisasi
Menurutnya, perubahan angka turut dipengaruhi proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan secara masif.
Ia menjelaskan, proses verifikasi dan validasi yang dilakukan Pusat Data Pendidikan menyebabkan terjadinya pemutakhiran sekaligus perluasan cakupan data. Proses tersebut juga membuat data ATS yang sebelumnya belum teridentifikasi dapat masuk ke dalam sistem.
“Hal ini terjadi dikarenakan adanya proses verifikasi dan validasi data yang masif dilaksanakan oleh Pusat Data Pendidikan sehingga terjadi proses pemutakhiran, perluasan cakupan, dan validasi data ikut menyebabkan angka terdata meningkat,” katanya pada Jabar Ekspres, Rabu (7/10/2026).
Untuk menindaklanjuti data tersebut, Dinas Pendidikan Kota Cimahi telah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menggelar desk verifikasi dan validasi ATS bersama sekolah yang memiliki data anak tidak sekolah pada 28 dan 29 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Reni menuturkan sebanyak 146 satuan pendidikan jenjang PKBM, SD, dan SMP diundang untuk melakukan verifikasi dan validasi melalui dashboard ATS. Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan se-Bandung Raya untuk membantu proses verifikasi anak asal Kota Cimahi yang tercatat bersekolah di luar wilayah Kota Cimahi.
Selain itu, Pemkot Cimahi juga akan membentuk tim koordinasi penanganan ATS yang melibatkan unsur kewilayahan serta perangkat daerah terkait.
Dari hasil verifikasi, terdapat sejumlah alasan yang membuat anak tidak melanjutkan pendidikan. Tiga alasan terbanyak yakni tidak mau bersekolah sebanyak 134 anak, meninggal dunia sebanyak 96 anak, dan alasan lainnya sebanyak 67 anak.
Baca Juga:Generasi Emas Terancam? Irma Beberkan Dampak Gadget terhadap Perkembangan Anak di CimahiMPLS Ramah Anak, Badut Sulap Lapangan SD di Cimahi Jadi Ruang Belajar yang Menghibur
Sementara berdasarkan survei Pemerintah Kota Cimahi pada 2025, rendahnya minat anak menjadi salah satu faktor terbesar dengan persentase sekitar 28 hingga 38 persen dari kasus yang berhasil teridentifikasi.
