68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang September

68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang September
Warga di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya saat mengikuti Salat Istisqo yang berlangsung di tengah sawah yang kering, belum lama ini.Foto : Hendi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musim kemarau masih menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Tasikmalaya. Sepanjang September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sebanyak 68 kejadian bencana di berbagai wilayah.

Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan yang masuk melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tasikmalaya selama periode 1 hingga 30 September 2026.

Kalaksa BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan bencana yang terjadi masih didominasi dampak musim kemarau, terutama laporan permohonan pendistribusian air bersih dan kebakaran lahan.

Baca Juga:Dua Ruas Jalan di Tapal Batas Tasikmalaya Rampung, Bupati Cecep: Moal Aya Deui Nu Ngaledek!Pemkab Tasikmalaya Mulai Terapkan Manajemen Talenta, Ribuan ASN Dipetakan

“Dari 68 kejadian yang tercatat, paling banyak merupakan laporan kekeringan yang membutuhkan distribusi air bersih,” kata Roni dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data BPBD, terdapat 37 laporan kekeringan atau sekitar 54 persen dari total kejadian. Selanjutnya, 26 kejadian kebakaran lahan atau 38 persen.

Sementara itu, bencana hidrometeorologi lainnya yang tercatat meliputi dua kejadian tanah longsor (3 persen), dua kejadian pergerakan tanah (3 persen), serta satu kejadian gempa bumi (2 persen).

Meski demikian, sejumlah potensi bencana tidak terjadi selama September. BPBD tidak menerima laporan kejadian angin kencang, banjir, banjir bandang, tsunami, letusan gunung api, likuifaksi maupun gelombang ekstrem.

Roni mengingatkan, kondisi tersebut tidak berarti ancaman bencana telah berakhir. Masyarakat justru diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena dampak musim kemarau masih berpotensi terjadi.

“Kita mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama terhadap dampak musim kemarau seperti kebakaran hutan dan lahan, kebakaran rumah maupun kekeringan,” ujarnya.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Terlebih, kebakaran dapat dengan cepat meluas ketika kondisi lingkungan kering dan sumber air terbatas.

Baca Juga:SADESSA Jadi Investasi SDM Desa, Puluhan Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Kuliah GratisSumur Gali Warga Karangnunggal-Tasikmalaya Mengering, 24 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan

BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kejadian atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana di lingkungan masing-masing.

“Yang terpenting adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Jika terjadi bencana, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin,” kata Roni.

Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya diimbau tidak lengah. Ketersediaan air, potensi kebakaran, hingga kondisi lingkungan yang rawan perlu menjadi perhatian bersama agar dampak bencana dapat ditekan. (Hen)

Reporter: Hendi

0 Komentar