Cegah Buta Huruf Al Quran, Wakil Wali Kota Banjar Monitoring Langsung Program BTQ di SDN 2 Banjar

Cegah Buta Huruf Al Quran, Wakil Wali Kota Banjar Monitoring Langsung Program BTQ di SDN 2 Banjar
Wakil Wali Kota Banjar H Supriana memerhatikan salah satu siswa SDN 2 Banjar saat membaca ayat suci Al Quran. (Istimewa/Humas Pemkot Banjar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya Pemerintah Kota Banjar dalam memberantas buta huruf Al Quran di kalangan generasi muda terus menunjukkan keseriusan. Hal ini dibuktikan dengan kembali dilaksanakannya monitoring Program Baca Tulis Al Quran (BTQ) oleh Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., di SDN 2 Banjar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memastikan setiap siswa, khususnya di tingkat Sekolah Dasar, memiliki kemampuan dasar membaca kitab suci yang memadai.

Kehadiran orang nomor dua di Kota Banjar tersebut disambut antusias oleh para siswa dan dewan guru. Dalam monitoring kali ini, Wakil Wali Kota tidak hanya melakukan peninjauan administratif, tetapi juga turun langsung memberikan evaluasi praktik. Satu per satu siswa kelas 5 dipanggil ke depan untuk membaca ayat-ayat Al Quran di hadapan wakil wali kota. Proses ini menjadi momen krusial untuk mengukur sejauh mana efektivitas pembelajaran BTQ yang telah berjalan di sekolah tersebut.

Baca Juga:68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang SeptemberMendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

“Monitoring secara berkala ini bertujuan untuk melihat perkembangan kemampuan siswa dari waktu ke waktu. Evaluasi langsung seperti ini memberikan gambaran nyata mengenai kualitas pengajaran dan pemahaman siswa, sehingga jika ditemukan kekurangan, intervensi dapat segera dilakukan. Saya menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia,” kata Supriana, Rabu (7/10/2026)

Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Supriana juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan Program BTQ. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik anak-anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah.

Peran aktif orang tua di rumah serta dukungan lingkungan masyarakat sekitar sangat dibutuhkan agar kemampuan membaca Al Quran yang diperoleh siswa di sekolah dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan.

“Saya yakin, melalui program ini dapat memutus buta huruf Al Quran bagi generasi muda Kota Banjar. Saya akan kembali mengetes adik-adik semua untuk mengecek progres kalian,” ujarnya.

Dengan adanya monitoring berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Banjar berharap target untuk menciptakan generasi yang lancar membaca Al Quran dapat tercapai secara merata.

0 Komentar