Pengamat Politik Ungkap Tiga Kriteria Parpol yang Cocok untuk Ridwan Kamil

LOBI POLITIK: Gubernur Ridwan Kamil kembali memberikan sinyal akan segera bergabung dengan Partai Politik (Parpol) pada Desember 2022.
LOBI POLITIK: Gubernur Ridwan Kamil kembali memberikan sinyal akan segera bergabung dengan Partai Politik (Parpol) pada Desember 2022.
0 Komentar

 

Firman Manan mengatakan, Kang Emil punya keunggulan dari sisi elektabilitas. Diluar tiga nnama yang sudah disebut. Seperti Ganjar Pranowo, Anies Basweran, dan Prabowo Subiarto.

Berdasarkan data Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia pada 30 November 2022, Ganjar berada di peringkat pertama dengan persentase 25,9%, disusul Anies 23,6%, dan Prabowo sebesar 16,1%.

Adapun nama lain di luar top three yakni Ridwan Kamil Ridwan Kamil sebesar 7,8% yang disusul Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dengan persentase 3,9%.

Baca Juga:Waduh! 10 TKI Asal Sumedang Disekap di Arab Saudi?Pemkot Bandung Tambah Puluhan CCTV di Titik Rawan Aksi Kejahatan

“Rata-rata elektabukitasnya nomor 4 walaupun agak jauh. Bahkan untuk cawapres nomor 1. Jadi pak RK itu punya keunggulan dari sisi elektabilitas,” jelas dia.

Meski unggul dari elektabilis, dia mengungkapkan, yang menjadi problem saat ini untuk maju pasa kontestasi Pilpres 2024 belum ada partai yang mengusung.

“Problemnya dari partai pengusung. Karena peluang untuk maju harus diusung partai. Sejauh ini beliau bukan kader partai dan belum terlihat ada satu partai yang serius akan mendorong meskipun sering disebut-sebut,” ungkap dia.

Jika Ridwan Kamil masuk Partai Golkar, bagaimana peluangnya?

Firman Manan mengatakan, sejauh ini partai berlambang pohon beringin itu masih memegang komitmennya untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai Capres.

Akan tetapi, jika membaca perkembangan politik, masih bisa berubah. Terlebih Partai Golkar sendiri membutuhkan sosok yang dapat mendongkrak elektabilitas Partai menjelang Pemilu 2024 nanti.

“Sejauh ini Golkar masih solid untuk kemudian mengusung Airlangga Hartarto, tapi ada kemungkinan peta bisa berubah, kata Firman.

Dia menilai, secara elektabilitas Airlangga Hartarto masih dibawah Ridwan Kamil. Selain itu, untuk maju pada kontestasi Pilres pun harus ada kesepakatan koalisi.

Baca Juga:Wagub Jabar Minta Kabupaten dan Kota Anggarkan Dana Pencegahan StuntingRESMI! Cara Dapat Saldo Dana Gratis Rp 10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Koalisi Partai Golkar

Sementara elektabilitas Ridwan Kamil berdasarkan Litbang Kompas, menduduki peringkat pertama dengan nilai 8,5 persen. Sementara Airlangga Hartarto diposisi kesepuluh dengan nilai 0,5 persen.

Untuk Koalisi, Partai Golkar telah masuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) merupakan koalisi yang terdiri dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Dari sisi elektabilitas Airlangga masih dibawah pak RK. Selain itu, untuk maju di Pilpres pun harus mempunyai koalisi. Maka akan sangat ditentukan sejauh ini potensi koalisi KIB,” kata dia.

0 Komentar