SHIFAT RASUL, Bagaimana Tahapan Mengamalkannya Dengan Benar

“Segala sesuatu perkara jika dilakukan tidak sesuai atau tidak paham urutannya,pasti jadi masalah…

Begitu pula dalam mencontoh dan menjalankan SHIFAT RASUL dalam kehidupan…”

“Sudah pasti jika SHIFAT RASUL dicontoh dan dijalankan menjadi jaminan seorang Muslim dalam menjalankan kewajibannya sebagai DA’I atau Duta penyampai risalah Agama Islam akan membawa dirinya tidak tersesat serta BAHAGIA dan menjadi jalan bagi sebanyak-banyaknya orang menetapi KEBENARAN….
Dengan syarat harus berurut dalam menjalankannya yaitu : SHIddiq,Fathanah,Amanah dan Tabligh…”

SHIDDIQ

SHIDDIQ = BENAR dalam perkataan dan perbuatan yang lahir dari BENAR TAUHID ( bagi seorang RASUL pasti mutlak BENAR karena dima’sum/dipelihara oleh Alloh SWT dari dosa,jika pun ada “kesalahan”,hal itu menjadi pelajaran bagi ummatnya dalam hal bertaubat ).

Bagi ummatnya ( Khususnya ummat Rasuulullah Muhammad SAW ) menjadi orang yang berlaku BENAR adalah sebuah perjuangan yang sangat berat,tapi sebanding dengan balasannya yaitu kedudukannya setingkat langsung dibawah para RASUL,dan satu-satunya manusia yang dijamin sebagai orang yang paling berlaku BENAR hingga digelari ASH-SHIDDIQ adalah Abu Bakar ASH-SHIDDIQ RA.

Jika bercermin dari Abu Bakar ASH-SHIDDIQ RA,maka SHIDDIQ adalah Sikap Hidup dimana Iman Diatas segalanya Dalam mengambil keputusan yang sangat berat sekalipun walaupun keputusan itu bertentangan dengan Ilmu pengetahuan yang berlaku dalam pandangan manusia,dengan syarat keputusan itu diambil berdasarkan informasi dari Dzat Yang Menurunkan Al Qur’an dan Utusan Pembawa Al Qur’an.

Maka menjadi pedoman bagi kita semua jika ingin berlaku BENAR maka semua amal sandarannya harus BEdasarkan Nilai-nilai Al Qur’an dan arahan dari Rasuulullah Muhammad SAW,dengan syarat TAUHID harus bersih…
Salahsatu ciri TAUHID bersih adalah TIDAK BAPERAN.

FATHANAH

FATHANAH=CERDAS yang merupakan CErminan potensi Ruh,Diri (jasad) dan Akal yang Sinergis membentuk keunggulan Intelektual ( daya pikir ), keunggulan Spiritual ( Ruhiyah ),keunggulan Lahiriah ( jasad ), kepiawaian untuk Adaptasi ( Ketahanan diri menghadapi apapun, dan menempatkan diri ), dan keunggulan Moral ( kecerdasan emosi dan mental ) sehingga selalu terukur dan TEPAT dalam mengambil sikap serta keputusan…

FATHANAH lahir dari Format Aqidah yang benar dengan didasari Tauhid yang bersih yang menjadikan potensi ruh,jasad dan akal yang HArmonis beramal sesuai dengan Nilai dan tuntunan Agama yang Haq…

Ini yang menjadi ciri kecerdasan bukan semata ditandai dengan daya pikir atau keahlian berbicara yang hebat…

Apalagi hanya sekedar ditandai dengan memiliki gelar akademik dari sebuah institusi pendidikan terkenal atau memegang ijazah/sanad bidang keahlian tertentu.

Jadi FATHANAH lahir dari SHIDDIQ,kalau belum bisa berlaku BENAR,sehebat apapun kemampuan daya pikir seseorang,lulusan perguruan tinggi terhebat di dunia atau pemegang sertifikasi/ijazah/sanad tertinggi sekalipun maka tidak bisa dikatakan CERDAS…!!!

Malahan akan menjadi suatu kehinaan diri jika semua potensi diri tidak disertai SHIDDIQ….

AMANAH

AMANAH = DAPAT DIPERCAYA,Dengan APApun Titipan atau tugas yang Diterimanya akan dijaga dan dilaksanakan walaupun PEnuh Resiko dan tantangan yang harus dihadapi pasti akan ditempuh,yang dengan itu akan diCApai tingkat YAkin kepadanya dari orang orang disekitarnya…

AMANAH adalah pembuktian dan perpaduan atau langkah berikutnya setelah SHIDDIQ dan FATHANAH yang merupakan pencerminan dari Aqidah yang MANtap dan Akal yang terbina serta bersihnya Hati dari penyakit terutama penyakit BAPERAN.
Jadi sekurang-kurangnya jika ingin mendeteksi kebersihan TAUHID dan keCERDASan seseorang bisa diperhatikan dari bagaimana dia menjalankan AMANAT,apakah AMANAH atau tidak…???


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *