SHIFAT RASUL, Bagaimana Tahapan Mengamalkannya Dengan Benar

Ghirah sebagi hasil dari TABLIGH sifatnya pasti mempersatukan kekuatan ummat,membangkitkan semangat berJIHAD dan ISTIQAMAH dalam dakwah…
jika malah sebaliknya maka bisa dipastikan Sang DA’I masih salah TAUHIDNYA atau orang yang menjadi sasaran dakwahnya ternyata memang bukan bermental kader tapi tipe pengkhianat…

Korelasi antara ke 4 SHIFAT RASUL adalah :

– Pastikan sebelum TABLIGH dilakukan,AMANAH sudah ditegakkan sekurang-kurangnya sampaikanlah sesuatu yang sudah atau sedang dilakukan bukan menyampaikan sesuatu yang belum atau memang tidak akan pernah dilakukan,AMANAH adalah salahsatu ciri FATHANAH yang merupakan cerminan dari SHIDDIQ.

-Ikuti para penyampai materi agama apapun sebutannya (Kyai,Ustadz,Influencer,dan lain-lain sejenisnya) yang AMANAH terhadap dakwah sekurang-kurangnya yaitu :
Yang memotivasi untuk selalu MEMPERERAT UKHUWWAH ISLAMIYAH bukan memperuncing perbedaan diantara sesama Muslim.
Selalu MENUMBUHKAN SEMANGAT JIHAD DAN BERPERANG MELAWAN SEGALA KEZHOLIMAN DAN PENYIMPANGAN bukan yang melemahkan atau sekedar mempermainkan perasaan hingga membuat para pengikutnya menjadi BAPERAN.
Yang KONSISTEN dengan perjuangannya bukan yang cepat panik atau berubah-ubah pendirian karena keadaan.

– FATHANAH bukan ditandai dengan sekedar “pandai” mengungkapkan materi-materi agama apalagi cuma sekedar copy paste quote/kata-kata mutiara biar banyak yang ngeLIKE di medsos.

Efek dari memahami dan mengaplikasikan SHIFAT RASUL dengan benar pada diri seorang MUSLIM,sekurang-kurangnya :

RIBATH
Yaitu selalu bersiap siaga didalam ketaatan, sekurang-kurangnya Reaktif jika merasakan atau menyaksikan adanya Indikasi dan segera Bertindak Atas Penyimpangan Tauhid beserta sendi-sendinya serta jika ada Hal-hal atau perkara yang bisa merusak kehormatan dan membahayakan kemaslahatan hidup ummat.

Bentuk-bentuk RIBATH antara lain :

– Selalu menjaga Wudhu
– Selalu menjaga Sholat Fardhu di awal waktunya
– Menjadikan setiap waktu Sholat sebagai waktu-waktu utama didalam menjalani hidup, hingga aktifitas dunia ini hanya sebagai selingan saja sambil menunggu waktu Sholat
– Selalu mempersiapkan diri agar layak dipanggil oleh Alloh SWT untuk terjun langsung di medan-medan jihad
– Selalu memperhatikan dan peduli terhadap masalah-masalah yang terjadi atau menimpa Kaum Muslimin serta selalu berupaya menjadi bagian dari solusi dengan sekuat mungkin apapun upaya yang dapat diberikan.

Tinggalkan Balasan