SUKOHARJO – Polda Jawa Tengah memastikan, ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Jawa Tengah, tidak ada kaitannya dengan teror bom atau teroris.
Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo itu diketahui bersumber dari ledakan bahan petasan yang diduga hendak dijadikan untuk mengusir tikus oleh masyarat Klaten, Jawa Tengah.
“Diduga itu ledakan petasan yang di CV itu disebutkan sebagai bahan untuk mengusir tikus di wilayah Klaten,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Lutfi di lansir di youtube Kompas TV, Senin, 26 September 2022.
Baca Juga:Dengar Suara Putri Candrawathi di Kamar Seperti Sedang Berhubungan Badan, Isi BAP Susi BocorTim Redaksi Narasi hingga Produser Mata Najwa Alami Serangan Peretasan, Terkait Politik Kekuasaan?
Bahan peledak petasan itu, kata Irjen Ahmad, merupakan hasil operasi anggota di wilayah Jurug di Jawa Tengah.
Namun karena kelalaian anggota, bahan peledak tersebut meledak yang menyebabkan salah satu anggota terluka parah.
“Hanya kelalaian anggota yang menyebabkan bahan itu meledak,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan anggota, bahan peledak petasan itu hasil operasi anggota beberapa tahun lalu.
Sehingga jenderal bintang dua ini pastikan tidak ada unsur teror dari ledakan yang bersumber dari Asrama Bromob tersebut.
“Anggota kita sudah lakukan pemeriksaan benar pada saat itu di daerah Jurug dlilakukan opersasi pengiriman bahan bubuk hitam yaitu bahan mercon,” ujarnya.
“Jadi tidak tidak usah resah. Tidak ada unsur teror ya,” tambahnya lagi.
Sebuah ledakan terjadi di Asrama Brimob, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Diduga Sumber ledakan itu berasal dari paket kardus.
Paket kiriman tersebut diletakan di Asrama Grogol Indah Solo Baru.
Paket kardus yang meledak itu berasal dari kiriman CV Mandiri Sujono yang sudah ditangkap oleh Polres Indramayu.
Baca Juga:Viral Penulisan Surat Somasi dari Tim Legal Es Teh Masih BerantakanJadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini Senin 26 September 2022
Paket itu merupakan hasil sitaan polisi dalam operasi sekitar satu tahun yang lalu.
Akibat ledakan tersebut satu seorang anggota polisi terluka hingga berlumuran darah dan dilakukan perawatan di rumah sakit terdekat. (pojoksatu-red)
