JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan langsung dengan Gina Raimondo, yang merupakan U.S Scretary of Commerce.
Pada pertemuan tersebut terungkap mengenai posisi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Menurut Airlangga Hartarto angka perdagangan RI-AS masih perlu dimaksimalkan. Sebab, berdasarkan target volume perdagangan mencapai USD 60 miliar, Namun kenyatakaannya hanya mencapai USD 37 Miliar saja.
Baca Juga:Tarif Ojol dan Anggkutan Umum Resmi Naik 10 September 2022, Segini Besaranya!Datangi DPRD Jabar, KPK Ingatkan Legislator Jangan Korupsi!
‘’Jadi ini perlu ditingkatkan kembali antar kedua negara, dengan menjalin berbagai kerjasama di berbagai sektor,’’ jelas Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat, (9/9).
Untuk Investasi, negara federal Amerika Serikat itu belum memberikan nilai yang signifikan. Tercatan nilai investasi US baru mencapai 2,54 Miliar USD atau sekitar Rp 37,5 Triliun.
Kondisi ini perlu ditingkatkan dengan berbagai peluang investasi untuk perusahaan-perusahaan amerika di berbagai sektor.
Untuk mempermudah investadi ini, pemerintah Indonesia akan memberikan berbagai kemudahan dengan berbagai kebijakan dan merubah seluruh aturan bitokrasi yang menyulitkan.
‘’Kami sudah melakukan reformasi melalui UU Cipta Kerja, sehingga kemudahan perizinan dalam investasi ini akan cepat diperoleh,’’ ujarnya.
Airlangga Hartarto yang hadi bersama Menteri Perdagangan Agus Gumiwang dalam acara Indo-Pasific Economic Framework (IPEF) for Prosperity itu memaparkan mengenai, berbagai program kebijakan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Program Kartu Pra Kerja.
Menurutnya, program ini merupakan bantuan pemerintah untuk mengatasi angka penganguran di Indonesia akibat dampak dari Pandemi Covid-19.
Baca Juga:42 OPD Jabar Belum Penuhi Rekomendasi BPK RI Terkait Catatan KeuanganAirlangga Hartarto: Kebijakan Ekonomi Biru Tetap Menjaga Kelestarian Laut
Program Kartu Prakerja diberikan kepada 13 peserta dengan jumlah pendaftar mencapa 110 juta. Untuk pelaksanaaannya dilakukan secara daring.
‘’Dalam program Kartu Prakerja ini diperoleh berbagai keterampilan untuk menciptakan peluang berwirausaha secara mandiri,’’paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Secretary Raimondo mengatakan, Indonesia saat ini sudah bergabung dengan IPEF dan harapannya selalu berperan aktif dalam setiap pertemuan nanti.
Menurutnnya, saat ini kondisi perekonomian Indonesia setelah Pandemi mereda jauh lebih baik. Dengan begitu, dapat menjadi nilai kepercayaan untuk datangnya investasi.
IPEF sangat bermanfaat untuk negara-negara di Kawasan Indo Pasifik. Sesuai dengan Program CHIPS Pemerintah US.
Pemerintah US telah menyediakan dana federal sebesar USD 50 Miliar atau sekitar Rp. 747 Triliun untuk membangun industri semi conductor.
