JabarEkspres.com – Pramono Anung, Sekretaris Kabinet (Seskab), angkat bicara terkait kasus Brigadir J dan keterkaitannya dengan citra Polri.
Pramono Anung meminta agar Polri mengusut tuntas sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.
Menurut Pramono, Jokowi berharap dengan tuntas pengusutan kasus tersebut, maka citra Polri tidak babak belur.
Baca Juga:98 Kepala Daerah Blak-blakan Soal Target Pemulihan Ekonomi, Bima Arya: Pemerintah Pusat Tidak KomitmenTim Penyidik Kasus Brigadir J Lakukan Pendalaman Pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo di Mako Brimob
“Kan Presiden sudah tiga kali menyampaikan dan penyampaiannya sudah sangat terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya, itu kan arahan Presiden,” ungkap Pramono Anung di kompleks Istana, Jakarta, Senin 8 Agustus 2022, dilansir dari PMJ NEWS.
“Sehingga tentunya Presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini,” sambungnya.
Disinggung soal Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini, Pramono hanya menjelaskan selalu mendampingi Jokowi.
Menurut dia, hari ini Jokowi menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna,
“Ya, tadi Pak Kapolri dipanggil, Pak Panglima dipanggil, Pak Menko Perekonomian dipanggil, Pak Menteri ESDM dipanggil. Kebetulan saya dampingi terus, jadi saya tahu,” tuturnya.
Kasus penembakan Brigadir J kini masuk babak baru, sejauh ini sudah ada 2 tersangka yakni Bharada E dan Brigadir R.
Kuasa hukum mengungkap pengakuan baru dari Bharada E terkait insiden tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
Baca Juga:Perlahan-lahan Kasus Brigadir J Mulai Terungkap, Ada Pelaku Penembak Lain selain Bharada EPolemik Kebun Binatang Bandung, Pengelola: Menunggu Hasil Persidangan
Bharada E menyatakan tidak ada peristiwa baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo.
“Kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak,” ujar Burhanuddin saat dikonfirmasi wartawan, Senin 8 Agustus 2022, dilansir dari PMJ NEWS.
Masih dari pengakuan Bharada E, Burhanuddin mengatakan bekas proyektil yang berada di TKP hanya alibi saja. Padahal pistol milik Brigadir J, sengaja ditembakkan ke arah dinding agar terkesan ada peristiwa baku tembak.
“Yang itu pun adapun proyektil atau apa yang di lokasi katanya alibi. Menembak itu dinding arah-arah itunya,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Burhanuddin juga membenarkan soal senjata yang digunakan Bharada E. Merurut dia, Bharada E memang sering menggunakan senjata Glock 17.
“Iya yang dia punya (Glock 17), yang sering digunakan,” tukasnya.
