Mengapa Warga Rusia Berbondong-bondong Tinggalkan Negaranya?

warga rusia tinggalkan negaranya
0 Komentar

Jabarekspres.com – Eksodus di kabarkan terjadi, warga Rusia beramai-ramai tinggalkan negaranya. Mereka mencari cara keluar dari negeri yang di pimpin Presiden Vladimir Putin tersebut.

Mengutip dari CNN International “How to leave Russia?” menjadi keyword yang banyak di akses dalam mesin Google Rusia.

Bahkan mencapai titik puncak 10 tahun terakhir, dalam seminggu setelah Rusia datang ke Ukraina.

Baca Juga:Lagu Terkutuk Gloomy Sunday yang Sebabkan 100 Orang Bunuh DiriWaduh, Beli Gas LPG 3 Kg Bakal Pakai Aplikasi MyPertamina?

Pihak analisis data pencarian, angka migrasi dan informasi penerbangan. Kemudian wawancara dengan ahli, aktivis dan orang-orang dalam negeri.

Mereka menjelaskan bagaimana orang-orang mengaku tak dapat tinggal di Rusia.

Menurut media AS, salah satunya mencoba melarikan diri di tengah perang Presiden Putin di Ukraina dan tindakan keras politik dalam negeri.

“Minat orang Rusia pada topik ‘emigrasi’di Google meningkat empat kali lipat antara pertengahan Februari hinggal awal Maret. Pencarian seputar ‘visa perjalanan’ meningkat hampir dua kali lipat dan untuk ‘suaka politik’ yang setara dengan Rusia melonjak lebih dari lima kali lipat.” tulisnya.

“Saat mencari emigrasi dalam 30 hari terakhir, Australia, Turki dan Israel merupakan tujuan trending teratas. Di samping Serbia dan Amerika yang bersahabat dengan Rusia. Serta Georgia yang di serbu tentara Rusia pada 2008.”

Tak pasti jumlah warga Rusia yang tinggalkan negaranya dan benar-benar pergi. Kendala keuangan, meroketnya harga perjalanan dan terbatasnya ketersediaan rute keluar.

Setelah serangkaian penangguhan penerbangan akibat sanksi juga menjadi kendala bagi siapapun yang ingin meninggalkan Kremlin.

Salah satu warga bernama Veronica mengaku hidupnya berubah setelah 24 Februari. Ia sendiri merupakan orang yang anti keputusan perang.

Baca Juga:Erick Thohir Ungkap Daftar Pekerjaan yang Akan Hilang 2030Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Pada 1 Juli, Simak Kriterianya

Ia mengatakan situasinya makin tak terkendali tatkala otoritas Rusia mulai melakukan sweeping terhadap warga yang menggelar aksi menolak serangan ke Ukraina.

Ia mengaku tidak ingin hidup dengan hal-hal yang tak sesuai hatinya.

“Polisi mulai membawa para aktivis langsung dari apartemen mereka, membawa orang-orang pergi dari kereta bawah tanah,” katanya seraya menambahkan.

“Hidup kami terbagi menjadi sebelum dan sesudah.”

“Tidak masalah ke mana kami pergi, kami hanya ingin melarikan diri,” tegasnya lagi.

0 Komentar