Sebelumnya Putin memang memberi pidato kenegaraan khusus bagi mereka yang tidak mendukung langkahnya di Ukraina.
Ia menyebut mereka “pengkhianat” dan merujuk tindakan meninggalkan tanah Rusia sebagai “pemurnian yang diperlukan masyarakat”.
“Setiap orang dan terlebih lagi orang Rusia, akan selalu dapat membedakan patriot sejati dari sampah dan pengkhianat,” katanya.
Baca Juga:Lagu Terkutuk Gloomy Sunday yang Sebabkan 100 Orang Bunuh DiriWaduh, Beli Gas LPG 3 Kg Bakal Pakai Aplikasi MyPertamina?
Sementara itu, sejumlah pengamat mengatakan persekusi mungkin adalah alasan terkuat seseorang meninggalkan Rusia. Setidaknya ini diungkap Direktur Free Russia Foundation di Georgia, Egor Kuroptev.
“Ada represi baru terhadap aktivis,” katanya.
Hal sama juga dikatakan rekan senior di Carnegie Moscow Center, Andrei Kolesnikov. Wajib militer juga jadi soal lain.
“Selain itu, beberapa keluarga tidak percaya situasi di dalam negeri akan membaik, mereka khawatir tentang kemungkinan wajib militer putra mereka menjadi tentara atau mereka menginginkan pendidikan Barat untuk anak-anak mereka,” ujarnya.
Sementara itu dari data Georgia, sejak awal perang 24 Februari dan hingga 16 Maret, lebih dari 30.400 orang Rusia telah memasuki Georgia. Sementara lebih dari 17.800 telah pergi.
Namun menurut jajak pendapat independen baru-baru ini, 58% orang Rusia mendukung tindakan militer negara mereka di Ukraina.
Hanya 17% yang berpendapat bahwa Rusia telah memulai eskalasi konflik dengan Ukraina.
