Dedi Mulyadi Wacanakan Sponsor untuk Biayai Sekolah Maung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (son)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi wacanakan opsi sponsor sebagai salah satu alternatif pembiayaan Sekolah Manusia Unggul (Maung). Itu untuk menunjang operasional sekolah juga.

Hal itu diungkapkan Selasa (2/6). Ia menjelaskan, Sekolah Maung adalah sekolah negeri. Selama ini juga dibiayai oleh pemerintah daerah.

Namun ke depannya tidak menutup kemungkinan ada opsi pembiayaan lain yang mendukung operasional sekolah. Langkah itu juga masih dikaji oleh Pemprov Jawa Barat.

Baca Juga:Monte Equipment Siapkan Promo Spesial di IndoFest 2026, Beli Carrier Gratis Vest Trail RunningKampung Naga Steril dari Wisatawan Selama Tiga Bulan, Fokus Pulihkan Ekosistem dan Budaya

“Ke depan nanti kita akan melakukan telaah-telaah. Misalnya, dari sponsor untuk menjadi sponsor di sekolah tersebut. Kan banyak kalangan-kalangan swasta yang bisa menjadi sponsor peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat, ” katanya.

Sementara untuk progres seleksi masuk Sekolah Maung juga tengah berproses. Pendaftaran telah dilakukan.

“Saya sudah minta semua orang konsisten mereka yang daftar ke sana (Sekolah Maung. Red) adalah anak-anak yang punya kualitas, ” katanya.

Namun bagi siswa yang nantinya tidak bisa masuk diharapkan juga tidak berkecil hati. Karena masih bisa daftar di seleksi reguler.

“Bagi yang tidak lolos, nanti bisa ikut juga di sekolah negeri yang lain, di daerahnya masing-masing, ” cetusnya.

Sementara itu, Animo masyarakat untuk masuk Sekolah Manusia Unggul (Maung) cukup tinggi, ribuan siswa berebut di jalur tersebut.

Hal itu nampak terjadi di SMAN 3 Kota Bandung maupun SMAN 5 Kota Bandung. Pendaftar membeludak dari kuota yang tersedia.

Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus

Di SMAN 3 Kota Bandung misalnya, pendaftar tembus ribuan. Padahal kuota hanya sekitar 320 siswa. “Secara umum ini sudah di atas seribu pendaftar dengan pendaftar paling banyak ada di jalur prestasi rapor, itu hampir 800 lebih,” kata Kepala SMAN 3 Kota Bandung Solihin, Jumat (29/5).

0 Komentar