Surplus Perdagangan Indonesia Menyusut, Ekspor Nonmigas Jadi Penyelamat

Surplus Perdagangan Indonesia Menyusut, Ekspor Nonmigas Jadi Penyelamat
Ilustrasi ekspor nonmigas Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 menyusut tajam menjadi hanya 0,09 miliar dolar AS.

Meski demikian, capaian positif tersebut masih menunjukkan ketahanan sektor eksternal nasional berkat kuatnya kinerja ekspor nonmigas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan surplus perdagangan pada April jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,32 miliar dolar AS. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh membengkaknya defisit sektor minyak dan gas (migas).

Baca Juga:Ekspor Timah Babel Turun 30,95 Persen, Komoditas Nontimah Mulai Tunjukkan Daya TahanTerekam CCTV Saat Bobol Toko, Spesialis Pencuri di Sukaraja Tasikmalaya Akhirnya Dibekuk Polisi

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dikutip dari ANTARA, Rabu (3/6).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan yang berlanjut pada April 2026 terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap baik.

Pada April 2026, neraca nonmigas mencatat surplus sebesar 3,53 miliar dolar AS, seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 24,15 miliar dolar AS.

Kenaikan ekspor tersebut berasal dari sejumlah komoditas unggulan berbasis sumber daya alam, seperti lemak dan minyak hewani atau nabati serta bahan bakar mineral.

Selain itu, produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta kendaraan beserta komponennya juga memberikan kontribusi signifikan.

Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi pasar utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia, memperkuat peran sektor ini sebagai motor penggerak perdagangan luar negeri.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat menjadi 3,44 miliar dolar AS. Kondisi tersebut terjadi akibat naiknya impor migas di saat ekspor migas mengalami penurunan, sehingga menekan surplus perdagangan secara keseluruhan.

0 Komentar