Waspada Lowongan Kerja Palsu, Disnaker KBB Minta Warga Lebih Selektif

Waspada Lowongan Kerja Palsu, Disnaker KBB Minta Warga Lebih Selektif
Pegawai Disnakertrans Bandung Barat tengah melayani masyarakat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, terutama yang berasal dari sumber tidak jelas.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih adanya warga yang menjadi korban dugaan penipuan berkedok lowongan kerja hingga berujung terlantar di luar daerah.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani, mengatakan masyarakat perlu lebih teliti sebelum menerima tawaran pekerjaan, terutama yang menjanjikan proses rekrutmen mudah dan penghasilan besar.

Baca Juga:Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan Maut di Cipeundeuy Bandung BaratManuver Senyap DPC PDIP Kunci Calon Tunggal Bupati Bandung Barat

“Kalau dari regulasi ketenagakerjaan, kasus seperti ini menurut penilaian Dinas Tenaga Kerja bisa dikategorikan sebagai penipuan,” kata Dewi saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, penempatan tenaga kerja antardaerah memiliki mekanisme dan aturan yang harus dipatuhi. Karena itu, masyarakat diminta memastikan legalitas perusahaan maupun pihak yang menawarkan pekerjaan sebelum memutuskan berangkat ke luar daerah.

Dewi menjelaskan, korban lowongan kerja palsu umumnya berasal dari kalangan pencari kerja yang kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan menawarkan pekerjaan tanpa persyaratan khusus serta menjanjikan penghasilan yang menggiurkan.

“Biasanya yang ditawarkan oleh lowongan kerja palsu itu pekerjaan di perkebunan sawit atau pertambangan. Pekerjaan seperti itu umumnya tidak membatasi usia dan tidak mensyaratkan keterampilan tertentu, sehingga masyarakat lebih mudah tertarik,” ujarnya.

Ia menambahkan, tawaran pekerjaan semacam itu sering kali tidak disertai kejelasan hubungan kerja maupun dokumen resmi.

“Akibatnya, para korban rentan mengalami penelantaran setelah tiba di lokasi tujuan,” tambahnya.

Salah satu kasus yang baru ditangani Disnakertrans KBB menimpa keluarga Ade Halidan, warga Kampung Gunung Batu, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Ade bersama istri dan dua anaknya sempat terlantar selama lebih dari satu tahun di Sorong, Papua Barat Daya.

Baca Juga:Sempat Bikin Panik Warga, Video Pocong di Bandung Barat Ternyata Buatan AIJelang Libur Panjang, Pemkab Bandung Barat Pastikan Wisata Lembang Aman

Keluarga tersebut awalnya berangkat karena tergiur tawaran pekerjaan yang dijanjikan berada di perkebunan sawit di Kalimantan. Namun, mereka justru dibawa ke Sorong dan tidak memperoleh pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan.

0 Komentar