BANDUNG – Menjawab kebutuhan masyarakat urban Jawa Barat akan perencanaan keuangan yang lebih terstruktur di tengah ketidakpastian ekonomi, PT FWD Insurance Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa FWD Income Prosperity di Bandung.
Kota Bandung dengan pertumbuhan profesional muda dan pelaku ekonomi kreatif yang pesat menjadi pasar strategis bagi produk ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Barat menyerap tenaga kerja ekonomi kreatif terbesar di Indonesia, yakni 6,24 juta orang.Survei FWD Consumer Outlook yang dilakukan bersama Ipsos memperkuat temuan tersebut.
Sebanyak 66% responden di Indonesia mengaku masih stres, khawatir, atau sekadar bertahan secara finansial. Hanya 34% yang merasa cukup percaya diri dengan kondisi keuangan mereka.
Baca Juga:Ketika Keadilan Pemilu Diburu WaktuKoalisi Masyarakat Sipil Desak DPR, Desak Hapus Energi Baru dari RUU EBET
Direktur Utama FWD Insurance, Jeffrey Woo, mengatakan produk ini dirancang untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi nasabah. “Kami memahami masyarakat kini tak hanya butuh perlindungan dari risiko, tetapi juga kepastian cash flow dan perencanaan masa depan yang jelas. FWD Income Prosperity hadir untuk itu, sehingga nasabah bisa fokus menikmati hidup dengan lebih tenang,” ujar Jeffrey.
FWD Income Prosperity menggabungkan perlindungan jiwa dengan manfaat tunai tahunan yang terencana. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:
- Manfaat tunai tahunan pasti sebesar 14% atau 17% dari premi tahunan, tergantung plan yang dipilih (selama polis aktif dan premi lancar).
- Manfaat akhir masa asuransi sebesar 108% dari total premi dibayar (khusus periode kampanye hingga 31 Desember 2026).
- Guaranteed issue hingga Rp2 miliar tanpa pemeriksaan kesehatan. – Perlindungan meninggal dunia hingga 130% dari premi dibayar, ditambah manfaat tambahan jika meninggal akibat kecelakaan.
- Pembebasan premi jika nasabah mengalami cacat tetap total akibat kecelakaan atau penyakit.
Produk ini semakin relevan mengingat hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan gap antara inklusi dan literasi keuangan melebar menjadi 14,05%, dari 9,59% tahun sebelumnya. Meski akses keuangan semakin luas, masyarakat masih membutuhkan solusi yang mudah dipahami dan terstruktur.
Di Bandung, FWD Insurance melayani masyarakat melalui kantor pemasaran di Gedung HQuarters Lantai 6 (Lot F, G, H), Jl. Asia Afrika No. 158, Paledang, Kecamatan Lengkong. “Melalui FWD Income Prosperity, kami ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa asuransi bukan hanya soal proteksi, melainkan bagian penting dari perencanaan keuangan sehari-hari,” tambah Jeffrey.
