Kedubes Belarus di Jakarta Terima Ancaman Bom, Polisi Masih Selidiki

ILUSTRASI: Teror bom. (Istimewa)
ILUSTRASI: Teror bom. (Istimewa)
0 Komentar

Jabarekspres.com – Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Belarus di Setiabudi, Jakarta Selatan menerima ancaman bom melalui e-mail berbahasa Rusia.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Tim Cyber Polda Metro Jaya untuk melakukan penelusuran.

Menurutnya, setiap aksi melalui digital ada jejaknya. Nantinya, kepolisian akan melakukan penelusuran mulai dari server, hingga pelaku pengiriman pesan ancaman tersbeut.

Baca Juga:Rekonstruksi Pembunuhan Petugas Dishub Makassar, Ada adegan Lempar Telur Untuk Santet KorbanAirlangga Hartarto Minta Seluruh Kader Golkar Miliki Target Menang

“Tentunya digital seperti itu kan tentu ada jejaknya ya. Nanti akan kita urut dari mana server-nya, pengirimnya dari mana, pasti akan kita cari itu ya,” ujar di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (19/5).

Budhi menyebut, meskipun ancaman tersebut tidak terbukti kebenarannya, namun proses penyelidikan terhadap ancaman tersebut tetap dilakukan. Bahkan, pelakunya pun tetap dapat diproses secara pidana.

“Sehingga ini juga kita lakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap proses ini,” katanya.

Sementara itu, Densus 88 Antiteror Polri turun tangan guna mengusut ancaman teror bom di Kedubes Belarus di Setiabudi, Jakarta.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 membantu Polda Metro Jaya dalam mengusut ancaman teror bom itu.

“Nanti Densus akan dalami dan back up wilayah,” kata Irjen Dedi, Kamis (19/5).

Polda Metro Jaya telah mengerahkan tim gegana alias penjinak bom guna melakukan penyisiran di lokasi. Hasilnya, tim tidak menemukan adanya bom.

Baca Juga:Kapan Proses Lelang Stadion GBLA Tuntas? Ini Kata Pemkot BandungDepresi Disebut Mematikan, Begini Penjelasannya

Diketahui, Sebelumnya, ancaman bom itu dikirim melalui email yang diterima Kedubes Belarus pada Rabu (18/5). Email tersebut dikirimkan dalam bahasa Rusia diduga oleh seseorang bernama Ivan Ivanov. (jawapos/jpnn)

0 Komentar