Sejumlah Ponsel Koordinator Massa Aksi di Depan Gedung Sate Sempat Diretas

Jabarekspres.com – Koordinator massa aksi Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB), Ilyasa Ali Husni mengaku, upaya peretasan ponsel atau hack sempat dialami sejumlah koordinator dari kelompok demonstran mahasiswa di Kota Bandung.

“Saya kemarin juga disadap, tidak bisa dibuka. Jadi, teman-teman (massa aksi) Bandung yang kena retas yaitu mereka pada saat itu mengikuti konsolidasi nasional di YLBHI,” ungkapnya kepada Jabar Ekspres di depan Gedung Sate, Kamis (21/4).

Dia menambahkan bahwa aksi peretasan kepada sejumlah ponsel Koordinator Massa aksi di depan Gedung Sate tersebut tidak semuanya dapat teratasi.

“Ada yang memang setelah diretas bisa dibuka kembali, ada yang tidak bisa,” katanya.

Intinya, lanjut Ilyasa, bukan hanya mengalami hack atau peretasan. Bermunculan pula pesan berantai kepada tiap-tiap koordinator aksi, supaya mengurungkan niat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate pada Kamis (21/4).

“Ada beberapa (teror pesan berantai, red) pamflet-pamflet yang menyerukan untuk jangan melakukan aksi pada tanggal 21 (hari ini),” ucapnya.

“Kayak (Isi pesan) jangan aksi pada tanggal 21 (Kamis) hari ini, jangan sampai anarkis, ini bulan Ramadan, dan lain-lain. Pesan itu masuk ke teman-teman. Rata-rata (korban pesan berantai) koordinator atau pimpinan (massa aksi) kampusnya,” tambahnya.

Menurutnya, buzzer-buzzer saat ini sudah masuk ke media-media komunikasi para mahasiswa peserta aksi unjuk rasa.

“Menanggapi itu, tampaknya pemerintah mulai panik, pemerintah mulai takut dengan gerakan mahasiswa hari ini,” ujarnya.

“Makanya (muncul) upaya peredaman dan lain-lain mereka lakukan. Seperti intimidasi dan memberikan suatu ancaman kepada mahasiswa itu sendiri,” pungkasnya. (zar)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan