Sejarah Jalan Nana Rohana dan Holis Kota Bandung

Sejarah Jalan Nana Rohana dan Holis Kota Bandung
0 Komentar

Menanggapi proklamasi kemerdekaan Indonesia, kaum muslimin pada tanggal 17 dan 18 Agustus 1945 menggelar Kongres Umat Islam di Jogjakarta, kongres tersebut menghasilkan tiga poin kesepakatan yakni :

  1. Memperkuat kaum muslimin dalam rangka Jihad fi Sabilillah;
  2. Memperkuat kaum muslimin untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan berbagai cara sesuai tuntunan Islam;
  3. Menjadikan Masyumi sebagai organisasi tertinggi kaum muslimin di Indonesia dalam rangka memudahkan mobilisasi kaum muslimin dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pascaproklamasi tujuan utama Hizbulloh yang awalnya membantu Jepang kini bergeser menjadi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semua pemuda yang sehat fisiknya dan dinilai pengetahuan agamanya bagus dapat langsung menjadi anggota pasukan semi militer ini. Hawa revolusi telah mengundang para pemuda di Bandung untuk bergabung dengan organisasi ini, terutama para pemuda muslim. Pembentukan Hizbulloh di daerah sama sekali tidak melibatkan Hizbullah di pusat yang telah berdiri sejak tahun 1944.

Kemudian mereka menggabungkan diri dengan Hizbulloh pusat dan ikut terjun langsung di medan peperangan yang dimulai pada bulan September dan Oktober 1945 di Bandung.  Pejuang bernama Chaeruman dan Husinsyah dicatat sebagai pendiri Hizbulloh di Kota Bandung.

Baca Juga:Bahaya Konsumsi Bayam Berlebihan, Salah Satunya Batu GinjalYuk Intip Ekspresi Para Pebalap dan Kru Saat Melihat Aksi Pawang Hujan di MotoGP Mandalika

Pada awal revolusi ada dua divisi Hizbulloh di Jawa Barat yakni yang dipimpin oleh Zainal Bakhri dan satu lagi pimpinan Samsul Bakhri. Di Kota Bandung sendiri ada beberapa kelompok Hizbulloh, namun yang paling menonjol hanya ada dua kelompok saja. Kelompok pertama pimpinan Aminuddin Hamzah berlokasi di daerah Cicadas, dan yang kedua pimpinan Husinsyah bermarkas di bagian barat Bandung (sekitar wilayah Kecamatan Bandung Kulon). Selain dihuni oleh para santri, Hizbulloh di Bandung juga diperkuat oleh para pemuda muslimin setempat.

Organisasi Hizbulloh menjadi semakin terkenal dan menyebar ke beberapa daerah yakni di Cimahi, Cililin, Ciwidey, Ciparay dan Majalaya. Kekuatan Hizbulloh di Kota Bandung khusus yang dipimpin oleh Husinsyah mencapai 400 personil. Dalam rangka meningkatkan kemampuan militernya, Hizbulloh pimpinan Husinsyah menggabungkan diri kepada Hizbulloh Divisi Jawa Barat dibawah komando Zainal Bakhri. Pengkonsolidasian tersebut maka Hizbulloh Kota Bandung berganti nama menjadi Batalion 29 Imam Bonjol.

0 Komentar