Para pejuang sudah menempati posisinya masing-masing dengan membawa senjata, (1) Kelompok OMAN SUTISNA sejak pagi hari telah menempati titik di utara jalan sudirman dekat dengan irigasi. (2) Kelompok TATANG DAN KOMAR menempati semak belukar di sebuah perkebunan kelapa (kemungkinan yang sekarang ditempati Kanwil Kementerian Agama RI). (3) Kelompok DANA DAN SUEB menempati posisi dekat irigasi diantara jalan Cibuntu dan gang Haji Alpi bergabung bersama pasukan PBRI dibawah komando Mr. Maja. (4) Kelompok APIN, MURSYID, DAN IRSYAD dari Unit III Cijerah menempati posisi antara belokan H. Alpi dan jalan Cijerah bersama dengan pasukan API, Pesindo, dan pasukannya MR. B HUTAGALUNG. (5) Kelompok ILI DAN HOLIS bersama dengan pasukan TKR yang dikomandani MR. SALKON WIGENA dan MR. HUSEN menempati posisi di gang Wakap dan jalan Cibuntu.
Sekitar pukul 09.00, konvoy kendaraan tentara sekutu dari Cimahi bergerak menuju Bandara Andir dipimpin oleh pasukan Gurkha asal India, Inggris dan Belanda. Konvoy mencapai 350 sepeda motor dengan suara yang sangat memekakan telinga hingga terdengar oleh pasukan penghadang. Konvoi tentara Inggris diperkirakan berjumlah 1.000 personil dengan berbagai peralatan militer.
Rombongan pertama sekutu yang memasuki jalan Foker kemudian diserang para pejuang yang mengawalinya dengan takbir, Allohu Akbar!!. Dilanjutkan dengan tembakan pertama oleh kelompok pimpinan Oman Sutisna yang diikuti oleh semua pejuang. Serangan mendadak tersebut sontak mengagetkan pasukan sekutu. Beberapa kendaraan tampak hancur dan rusak. Pejuang Hizbulloh tak membiarkan pasukan sekutu untuk melawan bahkan berlindung. Pagi itu terjadi pertempuran hebat di sekitar jalan Cijerah dan jalan Fokker.
Baca Juga:Bahaya Konsumsi Bayam Berlebihan, Salah Satunya Batu GinjalYuk Intip Ekspresi Para Pebalap dan Kru Saat Melihat Aksi Pawang Hujan di MotoGP Mandalika
Pada waktu ashar (16.00 wib), pasukan sekutu berhasil kembali ke Cimahi dengan membawa tentara yang tewas dan terluka, sebagiannya berhasil memasuki bandara Andir. Dari dalam bandara mereka melepaskan tembakan meriam dan mortar hingga sore hari. Pada hari pertama penyerangan tersebut diketahui pejuang dari TKR bernama Mulyono dan pejuang dari Unit III Hizbulloh yang bernama Usman ditemukan tewas.
Pada keesokan harinya, rombongan tank yang berasal dari Cimahi disergap pejuang di titik Jalan Cijerah. Namun tank tersebut berhasil merangsek mendekati pertahanan para pejuang, dan ketika mendekati bundaran jalan Fokker, sebuah tank meledak karena melindas ranjau darat. Di totogan gang Haji Alpi, sekelompok pemuda keluar dengan menggenggam granat tangan siap untuk menyerang konvoi tank tersebut, tak diduga konvoi pun memutar arah kembali ke arah Cimahi.
