JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2022 ini akan melanjutkan pembangunan lima bendungan di Jabar.
Dikutip dalam halaman PU.go.id, pembangunan lima bendungan di Jabar itu di antaranya Bendungan Ciawi Sukamahi, Sadawarna, Leuwikeris, dan Bendungan Cipanas.
Selain membangun lima bendungan di Jabar, Kementerian PUPR juga membangun saluran irigasi yang diperuntukan menunjang ketahanan pangan.
Baca Juga:BK Award Untuk Tingkatkan Prestasi dan Memotivasi Kinerja Anggota DPRD JabarAirlangga Hartarto Minta Polisi Tangkap Mafia Minyak Goreng
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko mengatakan, Ditjen Sumber Daya Air mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp41,23 triliun pada 2022.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja modal sebesar Rp29,79 triliun (72,25%), belanja barang sebesar Rp10,34 triliun (25,08%).
‘’Untuk belanja pegawai sebesar Rp1,10 triliun,’’cetus Jarot dalam keterangannya di web PU.go.id.
Jarot menjelaskan secara rinci pembangunan yang akan dilaksanakan di antaranya,pembangunan proyek 35 bendungan,pembangunan 10.035 Ha daerah irigasi, rehabilitasi 142.615 Ha jaringan irigasi.
‘’Ita juga ada pembangunan 21 embung, penyediaan 2,86 m3/detik air baku, dan pembangunan 157 km pengendali banjir dan pengaman pantai,” kata Jarot.
Untuk sektor pembangunan dan peningkatan irigasi ini,pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,95 Trilun
Sedangkan pada sektor pengendalian daya rusak dialokasikan sebesar Rp7,37 triliun untuk pengendalian banjir, pengaman pantai, dan pembangunan pengendali sedimen.
Baca Juga:CEO Radar Cirebon Group Terpilih Menjadi Ketua SPS JabarDukung MotoGP 2022, Lounge BRI Svarga Hadir di Bukit 360
Selanjutnya pada sektor bendungan, situ, dan danau dialokasikan sebesar Rp11,67 triliun pembangunan 35 bendungan dan revitalisasi danau dan situ.
‘’Dari 35 bendungan, sejumlah 2 bendungan merupakan bendungan baru yaitu Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan dan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan,’’kata Jarot.
Sedangkan 33 bendungan yang terebar diberbagai daerah di Indonesia merupakan proyek ongoing yang dilanjutkan dari tahun sebelumnya.
Selain itu, Kementerian PUPR juga menggaran untuk penyediaan air baku dialokasikan sebesar Rp2,02 triliun.
Anggaran ini terdiri dari penyediaan air baku untuk SPAM, pemanfaatan bendungan, air baku pulau terluar dan perbatasan, air baku untuk kawasan strategis, dan air tanah untuk air baku.
Pihaknya juga sudah mengalokasikan anggaran untuk proyek pada karya Rp 4,85 Trilun untuk menyerapan tenaga erja dengan target 350.104 orang.
‘’Jumlah tersebut terbagi pada 3 program yaitu P3TGAI sebesar Rp2,25 triliun (179.141 tenaga kerja), ABSAH sebesar Rp0,145 triliun (4.640 tenaga kerja, dan OP infrastruktur SDA sebesar Rp2,455 triliun (166.323 tenaga kerja),” tutur Jarot. (red)
