Dosis Tak Tersedia, Warga Sumedang Tak Jadi Suntik Vaksin Booster

SUMEDANG – Pemerintahan Daerah (Pemda) Sumedang saat ini tengah kejar target dalam terbentuknya herd immunity.
Tak hanya vaksin dosis pertama dan kedua, Pemda Sumedang pun telah menyiapkan vaksin booster bagi masyarakat.

Akan tetapi, pada pelaksanaannya vaksinasi untuk booster terdapat kendala dalam ketersediaannya.

Melalui pantauan Jabar Ekspres di Balai Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, beberapa warga yang hendak berpartisipasi dalam vaksinasi kembali pulang sebelum disuntik.

Menurut pelaksana vaksinasi dari tenaga kesehatan Puskesmas Cimanggung, Pipin mengatakan, untuk vaksin booster belum tersedia lagi.

“Hari ini hanya vaksin satu dan dua untuk anak usia 6 sampai 11 tahun dan dosis dua jenis Sinovac hari ini yang tersedia,” kata Pipin, Rabu (9/3).

Hal senada dikatakan oleh Kepala Puskesmas Cimanggung, Iting. Dia mengatakan, untuk pelaksanaan vaksinasi booster hari ini belum tersedia.

“Iya, vaksinasi sekarang hanya dosis pertama dan vaksin dosis kedua. Kalau vaksin untuk booster belum ada lagi,” pungkas Iting.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumedang, Rahmat Juliadi menjelaskan, walaupun sudah disiapkan serta diundang, warga banyak yang tidak datang untuk berpartisipasi dalam vaksin booster.

Hal itu menurut Rahmat, disebabkan karena kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait serta belum maksimalnya sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi.

“Sosialisasi kepada masyarakat harus jelas misalkan hari ini vaksinnya untuk vaksin kesatu, kedua atau ada booster juga,” ucap Rahmat.

Menurutnya, sosialisasi terhadap kejelasan dalam pelaksanaan vaksinasi baik untuk dosis pertama hingga booster, harus gencar dilakukan.

“Dinas (Kesehatan) kepada pihak puskesmas kemudian sebaliknya harus terjalin komunikasi yang baik,” imbuhnya.

Rahmat juga menuturkan, tak hanya pihak kesehatan yang berperan dalam percepatan vaksinasi, namun unsur lainnya juga perlu ikut berkontribusi secara penuh.

“Misalkan pelaksanaan vaksin oleh puskesmas, pihak desa harus bisa beri sosialisasi kepada warga, kemudian Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut berperan mengajak dan mengamankan pelaksanaannya,” tutup Rahmat. (mg5)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan