Begini Tata Cara Pemberian Dosis Vaksin Booster yang Tepat

JAKARTA – Ada 6 jenis regimen vaksin booster atau vaksin ketiga yang digunakan di Indonesia. Kini pemerintah telah resmi menambahkan vaksin Sinopharm.

Keenam regimen tersebut antara lain vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan vaksin Sinopharm. Pelaksanaan vaksin ketiga dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten atau kota bagi masyarakat umum.

Pemberian dosis vaksin ketiga dilakukan melalui dua mekanisme antara lain Homolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Sementara heterolog, yaitu pemberian dosis vaksin ketiga dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin yang digunakan berdasarkan ketersediaan di setiap daerah.

Vaksin yang digunakan untuk dosis ketiga ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat.

Tata cara pemberian, tempat pelaksanaan, alur pelaksanaan dan pencatatan vaksinasi Covid-19 tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).

“Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (1/3).

1. Jika Awalnya Menerima Vaksin Sinovac

Regimen dosis booster yang dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin ketiga bisa menggunakan 3 jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).

2. Jika Awalnya Menerima Vaksin AstraZeneca

Vaksin primernya AstraZeneca maka boosternya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

3. Jika Awalnya Menerima Vaksin Pfizer

Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

4. Jika Awalnya Menerima Vaksin Moderna

Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan