JABAR EKSPRES – Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) diumumkan hari ini Senin (8/6). Sejumlah siswa dan wali murid masih banyak yang mendatangi sekolah meski pengumuman disampaikan secara daring atau online.
Seperti yang terjadi di SMAN 5 Kota Bandung. Mereka banyak yang terkecoh jadwal daftar ulang.
Pengumuman SPMB berdasarkan jadwal resmi disampaikan pukul 10.00 WIB. Sejak pagi sejumlah siswa dan wali murid juga silih berganti ke sekolah yang ada di Jalan Belitung itu.
Baca Juga:Wali Murid Keluhkan Perubahan Skor SPMB Sekolah Maung, Disdik: Itu SingkronisasiSMAN 5 Bandung Tegaskan Kesiapan SPMB Sekolah Maung, Ada Syarat Minimal IQ 130!
Beberapa yang berhasil lolos, datang untuk mengonfirmasi soal jadwal daftar ulang. Tapi juga ada wali murid yang sekadar datang untuk melihat-lihat sekolah.
Seti Mugirahayu misalnya, anaknya termasuk yang berhasil lolos seleksi. “Bersyukur bisa lulus. Anak kami skornya 294,4. Jalur Prestasi Akademik Rapor,” kata perempuan yang akrab disapa Ayu itu, Senin.
Ayu melanjutkan, dirinya termasuk yang tidak banyak mengalami kendala dalam proses pendaftaran. Tapi dirinya hanya terkecoh soal jadwal daftar ulang.
“Di sistem itu disampaikan tanggal 4-6 Juni. Sementara hari ini kan sudah tanggal 8. Kok malah mundur,” katanya.
Hal senada dialami Beni Candra. Warga Kabupaten Bandung itu menceritakan bahwa anaknya termasuk yang lolos seleksi, tapi dirinya juga datang jauh-jauh untuk memastikan terkait jadwal daftar ulang.
“Jangan sampai nanti kami tergeser gara-gara jadwal daftar ulang tanggal 4 tanggal 6. Makanya ini sampai nanya langsung,” sebutnya.
Beni mengaku beruntung dengan adanya Sekolah Maung. Karena putrinya bisa daftar di SMAN 5 Kota Bandung padahal posisi domisili di Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Wacanakan Sponsor untuk Biayai Sekolah MaungTinjau Langsung SPMB Sekolah Maung, Legislator Sorot Aplikasi Pendaftaran
Hal itu rasanya akan sulit jika harus bersaing lewat jalur zonasi sebagaimana sistem reguler. “Di daerah kami tuh belum memadai untuk SMA negeri. Makanya dengan persaingan tanpa zonasi ini menguntungkan. Kami coba dan berhasil,” kata warga Cimenyan itu. (son)
