Sabu 19,14 Gram Nekat Diselundupkan Lewat Dubur, Pengunjung Lapas Kelas II A Banceuy Berhasil Diamankan

Sabu 19,14 Gram Nekat Diselundupkan Lewat Dubur, Pengunjung Lapas Kelas II A Banceuy Berhasil Diamankan
Ist. Petugas Lapas Kelas II A Banceuy Kota Bandung saat berhasil menggagalkan upaya penyeludupan paket sabu-sabu lewat dubur. Senin, (8/6).
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu, kembali terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banceuy, Kota Bandung.

Petugas Lapas Kelas II A Banceuy, berhasil mengamankan salah seorang pengunjung usai nekat melakukan aksi penyelundupan paket sabu-sabu seberat 19,14 gram yang dimasukkan kedalam duburnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Banceuy Andhika Saputra mengatakan, aksi ini pertama kali diketahui oleh petugas yang pada saat itu tengah melakukan proses pemeriksaan kepada para pengunjung.

Baca Juga:3 Bulan Terakhir, Polres Banjar Bongkar 7 Kasus Narkoba, 10 Tersangka DiamankanUngkap Kasus Peredaran Narkoba, Pengiriman Sabu Seberat 6 Kilo dari Laos Berhasil Digagalkan

“Gerak-geriknya memang mencurigakan sejak dari depan saat masuk. Ketika diperiksa, terlihat gelisah,” ucapnya di Lapas Kelas II A Banceuy, Kota Bandung, Senin (8/6).

Menyadari adanya kecurigaan, Andhika mengatakan bahwa petugas langsung melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap F. Saat dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut, ia menyebut terlihat adanya benda mirip alat kontrasepsi yang menonjol dibagian duburnya.

“Kemudian kita amankan di sini seberat 19,14 gram narkotika diduga jenis sabu,” katanya.

Andhika mengatakan, pengunjung tersebut langsung diamankan oleh petugas, sambil berkoordinasi langsung dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Satresnarkoba untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Andhika mengungkapkan bahwa pengunjung tersebut nekat melakukan aksinya dengan berpura-pura sebagai keluarga inti dari salah satu warga binaan kasus narkotika di lapas tersebut.

“Jadi yang membawa ini adalah kerabat, didampingi oleh ibu kandungnya (warga binaan). Karena Di Banceuy, yang berkunjung wajib keluarga inti, akan tetapi tadi bersama dengan ibu kandungnya sehingga sebagai kerabat dekatnya. Ibunya juga sedang diperiksa bersama yang bersangkutan, dikhawatirkan memang ibunya juga diduga mengetahui,” ungkapnya.

Andhika menuturkan, upaya tersebut bukan pertama kali terjadi di Lapas Kelas II A Banceuy. Bahkan ia mengaku, beberapa upaya penyeludupan dengan modus serupa telah beberapa kali berhasil digagalkan.

Baca Juga:UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat, Peluang Pasar Kian TerbukaBocah 9 Tahun Tewas Diserang Kawanan Anjing Pemburu di Jasinga Bogor 

“Rata-rata memang karena organ tubuh bagian dalam ini mungkin dirasa aman. Tetapi juga seperti yang tadi saya sampaikan, tidak ada kejahatan yang sempurna. Kita melewati X-ray sehingga pemeriksaannya dobel. Setelah X-ray kita lakukan pemeriksaan badan, lalu kita geledah kembali. Yang perempuan digeledah perempuan, yang laki-laki digeledah laki-laki,” pungkasnya.(San).

0 Komentar