JABAR EKSPRES – Ketersediaan beras kemasan 5 kilogram di sejumlah toko ritel modern mulai menipis. Tingginya permintaan masyarakat membuat stok beras premium cepat habis terjual, bahkan beberapa gerai di wilayah Cijambe dan Arcamanik, Kota Bandung hanya menyisakan sedikit persediaan di rak penjualan.
Seorang pegawai Alfamart di kawasan Cijambe yang enggan disebutkan namanya mengatakan, permintaan beras premium meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, stok yang tersedia di toko cepat habis setelah pasokan datang.
“Beras premium memang banyak diburu warga. Kalau stok datang biasanya tidak lama langsung habis. Sekarang stok yang tersedia juga lebih sedikit dibandingkan biasanya.” ujarnya saat ditemui Jabarekspres, Senin (8/6).
Baca Juga:Taruna Akpol Angkatan 59 Asah Kemampuan Lapangan di Polres TasikmalayaKenaikan Harga Kedelai Masih Menekan Pengusaha Tahu-Tempe di Cianjur
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah gerai Indomaret di kawasan Arcamanik. Beras premium dengan harga berkisar antara Rp14.900 hingga Rp18.000 menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen.
Petugas toko, Azizi menyebutkan, tingginya minat masyarakat membuat persediaan beras kemasan 5 kilogram terus berkurang. Bahkan, dalam beberapa kesempatan rak penjualan terlihat kosong sebelum pasokan berikutnya tiba.
“Rata-rata sekarang setiap yang beli beras. Ibu-ibu kebanyakan. Gatau kenapa ya, tapi hampir sering setiap hari itu ada,” ungkapnya.
Warga yang ditemui Jabarekspres, Ningsih mengaku terpaksa berpindah dari satu toko ke toko lainnya untuk mendapatkan beras premium yang diinginkan. Sebagian memilih membeli dalam jumlah terbatas untuk mengantisipasi kelangkaan yang semakin meluas.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola ritel maupun Pemkot Bandung terkait penyebab menipisnya stok beras kemasan 5 kilogram. Namun, tingginya permintaan masyarakat diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan beras premium cepat habis di tingkat ritel. (Dam)
