Tantangan Zaman Makin Keras, Petani di KBB Dituntut Inovatif Baca Peluang Pasar

Petani cabai di Lembang memanen cabai merah. (Ilustrasi)
Petani cabai di Lembang memanen cabai merah. (Ilustrasi)
0 Komentar

BANDUNG BARAT – Pelaku tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dituntut lebih inovatif dan pandai memanfaatkan peluang.

Pasalnya banyak potensi pasar yang bisa digarap namun justru lebih dahulu dimasuki produk-produk dari luar Jawa Barat. Padahal secara cost mereka jauh lebih mahal karena biaya transportasi yang jauh.

“Tantangan zaman semakin keras, petani dan peternak harus melek teknologi. Mulai dari menanam, memanen, dan menjual, harus berbasis teknologi, kalau tidak akan ketinggalan,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD KBB Asep Bayu Rohendi, Rabu (9/6).

Baca Juga:KPK Periksa Sejumlah ASN di Ruang Wakil Bupati KBBHampir Capai Setengah Target, Realisasi Pajak Restoran di Kota Cimahi

Dia mencontohkan, pemasaran pertanian sudah banyak dilakukan secara online. Makanya petani dan peternak di KBB tidak boleh lagi tertinggal secara ekonomi, karena letaknya yang strategis. Jarak ke Bandung, Bekasi, ataupun Jakarta bisa ditempuh dalam hitungan jam.

Namun saat ini, kebutuhan konsumsi telor ayam broiler di Kota Bandung setiap harinya yang sebanyak 240 ton didatangkan dari Kabupaten Blitar.

Jarak tempuhnya dua hari baru sampai di Kota Bandung. Itu sesuatu yang sangat menyedihkan, karena peternak dari KBB justru jadi penonton.

“Sekarang sudah gak zaman mengeluh, harus inovatif dan pintar memanfaatkan jaringan serta peluang,” kata Ketua DPD PAN KBB ini.

Ketua Gapoktan Melati Agri Mandiri, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Oding menyampaikan, siap bekerja sama untuk kemajuan dan kemakmuran anggotanya.

Hanya saja terkadang pihaknya menghadapi kendala seperti langka dan mahalnya harga pupuk.

“Petani itu kadang kesulitan pupuk. Sudahlah mahal dan sulit dipasaran, semoga ini jadi perhatian pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga:Cetak 50 Ribu Kader Baru, Strategi PKB pada 5 Tahun ke DepanMeski Sudah Divaksin, Risiko Terpapar Covid-19 Masih Ada, Begini Penjelasannya

Sementara Kepala Desa Gunung Masigit, Cipatat, Tarkopa menyambut baik adanya silaturahmi pertanian yang dilakukan perwakilan BPP Provinsi Jabar dan Petugas POPT Kecamatan Cipatat, bersama anggota DPRD yang juga Ketua DPD PAN KBB.

Diharapkan bisa membantu pembangunan desa serta mendongkrak sektor pertanian dan peternakan.

“Kami ingin Desa Gunung Masigit yang sudah berkembang dari mulai infrastuktur jalan, pendidikan, perdagangan, dan pertanian, bisa lebih maju lagi. Salah satunya melalui perhatian dari perwakilan wakil rakyat yang duduk di legislatif,” tuturnya. (mg6)

0 Komentar