Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat

Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat
HIDUP SEHAT (Photo by Brandless on Unsplash)
0 Komentar

JAKARTA – Di tengah prevalensi hipertensi yang terus meningkat dan ancaman COVID-19.

Pemantauan tekanan darah rutin serta perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat disarankan.

Tak hanya itu, Bbanyak orang masih belum menyadari bahaya hipertensi atau penyakit darah tinggi.

Baca Juga:Mengajarkan Matematika pada Bayi5 Negara Kandidat Juara, Piala Eropa 2020 Berlangsung Sabtu Ini

Perlu diingat, hipertensi, yang juga disebut the silent killer, sering terjadi tanpa keluhan dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Melalui peringatan Hari Hipertensi Sedunia PT OMRON Healthcare Indonesia, mengadakan diskusi virtual untuk mendorong masyarakat mencegah dan mengendalikan hipertensi melalui pemantauan tekanan darah secara mandiri.

“Prevalensi hipertensi selama ini dianggap hanya terjadi di kalangan pasien berusia 60 tahun ke atas. Namun beberapa tahun terakhir, penyakit yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner itu sering ditemui pada usia yang relatif lebih muda,” ujar Tomoaki Watanabe, Director, OMRON Healthcare Indonesia dilansir dari fimela.com.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18-39 tahun mencapai 7,3 persen dan prevalensi pre-hipertensi di rentang usia ini mencapai jauh lebih tinggi lagi, yakni 23,4 persen.

Sedangkan menurut Yayasan Jantung Indonesia (YJI), hipertensi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Kondisi ini tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia tapi juga milenial, yakni generasi yang lahir antara tahun 1981 dan 1996.

Kenaikan prevalensi hipertensi pada milenial ini berhubungan erat dengan pola hidup tidak sehat, stres, dan kemajuan teknologi yang mengurangi aktivitas fisik.

Stres dipicu oleh banyak faktor seperti tuntutan pekerjaan, selain juga pandemi COVID-19.

Baca Juga:Biaya Kecantikan Nikita Willy Rp 50 Juta Untuk Sekali PerawatanPemulihkan wisata Indonesia, ASTINDO Gelar Munas 2021 di Bandung

Studi Blue Cross Blue Shield Association menemukan bahwa 92 persen milenial menganggap COVID-19 telah berdampak negatif terhadap kesehatan mental mereka.

Hipertensi patut diwaspadai sebagai komorbid atau penyakit penyerta teratas yang mengikuti penderita COVID-19.

Menurut data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per 1 Juni 2021, tiga besar komorbid tertinggi yang ditemukan pada pasien COVID-19 adalah hipertensi (50 persen), Diabetes Melitus (36.6 persen), penyakit jantung (17,4 persen).

Jangan lupa, hipertensi adalah kontributor utama pada penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal kronik. (bbs/tur)

0 Komentar