SMA Negeri 1 Bogor Jadi Sekolah Maung, Siswa Berprestasi Se-Jabar Berebut 320 Kursi

SMA Negeri 1 Bogor, Kota Bogor resmi ditunjuk sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung)
SMA Negeri 1 Bogor, Kota Bogor resmi ditunjuk sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung)/SMA Negeri 1 Kota Bogor. Foto: Sandika/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – SMA Negeri 1 Bogor resmi ditunjuk sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung), program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membuka peluang bagi siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat untuk masuk sekolah favorit tanpa terkendala sistem zonasi.

Program tersebut diperkirakan akan memicu persaingan ketat. Pasalnya, SMA Negeri 1 Bogor menjadi satu-satunya sekolah di Kota Bogor yang dipilih dalam program Sekolah Maung.

Pendaftaran dijadwalkan dibuka pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026 melalui sistem online Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk PrioritasSokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Bogor, Yetti Suziana, mengatakan penunjukan sekolahnya sebagai Sekolah Maung menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar bagi pihak sekolah.

“Sekolah Maung itu sekolah yang diprogramkan oleh Gubernur Jawa Barat. Setiap kota atau kabupaten dipilih satu sekolah unggulan, dan di Bogor yang dipilih SMA 1 Bogor,” ujar Yetti saat ditemui di SMA Negeri 1 Bogor, Jalan Ir H Juanda.

Menurut Yetti, program tersebut diharapkan mampu mengembalikan dominasi siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Bogor setelah selama beberapa tahun terakhir sistem zonasi membuat komposisi siswa lebih beragam.

“Banyak anak-anak berprestasi yang dulu kecewa karena tidak bisa masuk akibat kendala zonasi. Dengan Sekolah Maung ini, mudah-mudahan siswa yang memang punya prestasi dan bercita-cita masuk SMA 1 bisa memiliki kesempatan lebih besar,” katanya.

Dalam proses seleksi, calon siswa hanya dapat memilih jalur Sekolah Maung dan tidak diperbolehkan mendaftar ke jalur reguler secara bersamaan.

“Ketika siswa memilih jalur Sekolah Maung, maka dia tidak bisa memilih sekolah reguler. Jadi harus fokus memenuhi syarat-syarat yang ada di jalur tersebut,” jelasnya.

Adapun penerimaan siswa dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni jalur nilai rapor semester 1 sampai 5, jalur sertifikat prestasi atau kejuaraan, serta jalur CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat).

Baca Juga:Dua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat KaburSoal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak Higienis

Khusus jalur CIBI, calon siswa wajib memiliki IQ minimal 130 dengan hasil tes dari psikolog yang tergabung dalam HIMPSI.

“Kalau CIBI itu karena anak cerdas istimewa berbakat, IQ-nya minimal 130,” terangnya.

Sementara pada jalur prestasi non-akademik, sertifikat kejuaraan akan melalui proses kurasi di Pusat Prestasi. Persaingan diprediksi berlangsung ketat karena pendaftar berasal dari seluruh Jawa Barat.

0 Komentar