JABAR EKSPRES – Menjelang laga penentuan juara BRI Super League 2025/2026, Polda Jawa Barat mulai menyiapkan skema pengamanan untuk mengantisipasi euforia suporter Persib Bandung.
Pengamanan akan difokuskan di titik-titik keramaian dan pusat konvoi, tanpa melakukan penyekatan maupun penutupan jalan, termasuk akses perbatasan.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pihak kepolisian lebih mengedepankan pendekatan preventif dibanding pembatasan akses jalan.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk PrioritasSokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
“Enggak ada penyekatan, termasuk jalan perbatasan. Antisipasi ada, imbauan ada. Sekat akan menjadi trauma, jadi pengamanan difokuskan di tempat-tempat berkumpul,” kata Hendra saat ditemui Jabar Ekspres usai acara pisah sambut Dansat Brimob di Markas Brimob Jawa Barat, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, langkah pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun adanya penyusup di tengah euforia suporter.
“Pengamanan saja, antisipasi penyusup. Upaya preventif,” lanjutnya.Diketahui, Persib Bandung akan menjalani laga terakhir melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Jika Maung Bandung berhasil memastikan gelar juara, konvoi perayaan hattrick juara dijadwalkan berlangsung pada Minggu (24/5/2026).
Meski jumlah personel yang akan diterjunkan masih dalam tahap pembahasan, Hendra memastikan polisi akan bertindak tegas apabila terjadi keributan saat konvoi berlangsung.
“Kalau terjadi keributan, kita akan tindak tegas dan terukur,” ujarnya.Ia juga menegaskan, personel Brimob Jabar yang disiagakan bukan untuk tindakan represif, melainkan menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan berlangsung.
“Dansat Brimob ditempatkan bukan sebagai pemukul, tapi pengamanan,” pungkasnya. (Bas)
