NGAMPRAH – Sebanyak 628 siswa berprestasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengalami keterbatasan biaya pendidikan menerima bantuan dari Save The Children (STC). Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan jarak jauh terutama disaat pandemi Covid-19.
Siswa penerima bantuan ini berasal dari MTS Assakinah 7 siswa, MTS persis 91, SMPN 5 Padalarang 124, MTS Nurul Huda 125, SMPN 3 Lembang 81, SMPN 3 Ngamprah 100, dan SMPN 2 Ngamprah 100 siswa. Alokasi bantuan memang terbatas sehingga tidak bisa mengcover semua sekolah.
Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana mengatakan, bantuan ini sangat membantu dalam meringankan beban orang tua siswa yang terdampak pandemi Covid-19. Sasarannya adalah siswa berprestasi yang kurang mampu dan orang tuanya terdampak Covid-19.
Baca Juga:Jalin Kerja Sama Ketenagakerjaan, 14 Warga KBB Dibekali Pelatihan untuk Dikirim ke JepangHari Hutan Sedunia, Pegiat Lingkungan Gelap Nyawang Nusantara dan Incu Buyut Peduli Dijatinangor Tanam 20 Ribu Pohon
“Pastinya bantuan ini sangat membantu untuk digunakan membeli keperluan siswa dalam mendukung pembelajaran jarak jauh (daring),” ucapnya Minggu (21/3).
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada STC yang untuk kesekian kalinya membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di KBB dan diharapkan bisa berdampak baik pada kualitas pendidikan.
Terkait penerima bantuan, pihaknya terlebih dahulu menyeleksi penerima dengan kriteria ketat. Hal itu dilakukan agar bantuan tersebut tepat sasaran mengingat kuota penerima terbatas.
“Kita seleksi ketat agar penerima bantuan benar-benar siswa yang membutuhkan,” imbuhnya.
Project Officer Hygiene Behaviour Coalition Change STC KBB, Setio menjelaskan, melalui kegiatan bantu belajar ini diharapkan memberikan banyak manfaat bagi siswa maupun orang tua.
“Ini adalah salah satu upaya HBCC dalam membantu kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” tuturnya.
Salah satu orang tua siswa, Rumini menyebutkan, bantuan sebesar Rp 435.000 yang didapatnya akan digunakan untuk membeli kuota untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) anaknya yang hingga kini masih berlangsung. Termasuk untuk membeli perlengkapan sekolah seperti baju seragam, tas, buku dan penunjang pembelajaran tatap muka.
Baca Juga:Kenapa Digitalisasi untuk UMKM Begitu Penting? Ini Jawaban Menteri KoperasiMeski Masih Resesi, Geliat UMKM Terus Berkembang
“Sangat membantu meringankan beban ekonomi kami yang kesulitan selama Covid-19. Sebab untuk beli kuota lumayan sering, dan persiapan untuk beli perlengkapan sekolah lainnya,” ujarnya. (mg6)
