BANDUNG-Pelatih Persib Bandung Robert Alberts ingin kondisi fisik anak asuhnya berada dalam level luar biasa dalam lanjutan Liga 1 2020. Robert mencontohkan, kekuatan fisik dari para pemain klub papan atas asal Spanyol, Atletico Madrid bisa menjadi acuan seluruh anak asuhnya.
“Latihan hari ini (kemarin, red) kami terus bekerja untuk stabilitas pemain dan bagaimana pemain terhindar dari cedera. Contoh yang bagus adalah dari tim di dunia adalah Atletico Madrid, mereka dalam beberapa tahun terakhir jarang punya masalah pemain cedera,” kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA dilansir dari ayobandung.com, Kamis (3/9).
Sebagai salah satu dari lima klub terbaik di dunia, Atletico Madrid memang dikenal memiliki kekutan fisik yang tak main-main. Pasalnya Kebugaran fisik pada pemainnya merupakan sebuah keharusan di tim besutan Diego Simeone itu.
Baca Juga:Momen TC Dioptimalkan Garuda MudaNora Alexandra: Saya Capek Dituding Pansos
Pola latihan yang diajarkan pun lebih menekankan pada kekuatan. Maka tak aneh, pressing cepat dan tajam yang dihadirkan Atletico dalam pertandingan kerap menyulitkan tim-tim rival.
“Ada banyak pemain dari Atletico tetap bugar sepanjang musim meskipun musim yang dilalui sangat berat. Jadi itu bagaimana kami mengawali latihan hari ini,” kata Robert.
Dalam program latihan pekan keempat ini, pelatih asal Belanda itu kembali meningkatkan intensitas latihan. Dalam sesi latihan hari ini, skuat Pangeran Biru mulai menggali sentuhan bola dan timing dalam melakukan penyelesaian akhir.
Tak hanya itu, materi finishing drills hingga small sided game pun disantap para pemain di sesi latihan tersebut. Bedanya small sided games kali ini fokus menambah durasi waktu bermain dan memangkas waktu recovery.
“Jadi setiap sesi kami bermain selama 3 menit sebanyak 10 kali dan waktu recovery hanya 15 detik saja. Berikutnya itu akan terus dikurangi agar pemain bisa beradaptasi dengan intensitas permainan yang cepat,” ungkap Robert.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga mengatakan, latihan dengan intensitas tinggi itu sengaja dilakukan untuk mengobservasi statistik kekuatan fisik para pemain melalui sistem catapult. Apalagi dengan bermain small sided games, pemain akan mencapai detak jantung maksimal.
