Kisah Prajurit TNI Penyandang Disabilitas

Kisah Prajurit TNI Penyandang Disabilitas
M ALI / JAWA POS
TAK MENYERAH: Kopka Suwardi belajar menjahit di Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, Jakarta, beberepa waktu lalu.
0 Komentar

”Saya ikut rehabilitasi dan belajar desain grafis. Biar nanti kalau kembali di kesatuan, ilmunya bisa dipakai,” katanya.

Praka A.N. Setiawan

Yang dialami Prajurit Kepala (Praka) Marinir A.N. Setiawan sungguh miris. Dia mengalami sejumlah kecelakaan saat latihan terjun payung di Surabaya lima tahun lalu. Dia juga beberapa kali mengalami kecelakaan lain. Itu membuat anggota Resimen Kavaleri (Menkav) 2 Marinir, Cilandak, tersebut cacat di tangan kanan.

”Tangan kanan saya mengecil karena kena di bagian saraf,” kata Setiawan. Tangan kanannya harus selalu ditopang. Hal tersebut membuatnya tidak dapat menjalankan fungsi operasi lagi di lapangan. ”Ya sudah, di kantor saja,” ujarnya.

Baca Juga:Partai Idaman Tak Lolos VerifikasiJembatan Patah, Pangandaran-Banjar Putus

Setiawan sempat merasa sulit mendapatkan jodoh. ”Tapi, siapa sangka, ternyata ada yang masih mau dengan saya,” ucapnya, lantas tersenyum.

Setiawan tak pernah patah arang. Dia memutuskan menjalani rehabilitasi. ”Saya sangat bersyukur ternyata saya bukan orang yang paling parah di sini. Masih ada yang jauh lebih parah kondisinya, tapi tetap semangat,” katanya. Setiawan mengambil kelas operator komputer. (dod/c9/ca/rie)

0 Komentar